BBC

PBB menaikkan status Palestina

Majelis Umum PBB sepakat memberikan Palestina status sebagai negara pengamat non-anggota, sebuah langkah yang ditentang keras oleh Israel dan AS.

Majelis Umum PBB sepakat memberikan Palestina status sebagai negara pengamat non-anggota, langkah yang ditentang keras oleh Israel dan AS.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas di hadapan majelis mengatakan hasil pemungutan suara itu adalah "peluang terakhir untuk menyelamatkan solusi dua-negara" dengan Israel.

Delegasi Israel di PBB mengatakan hal itu membuat proses perdamaian "mundur", sedangkan AS mengatakan keputusan itu "disayangkan."

Majelis mengambil keputusan dengan hasil 138-9 dan 41 negara abstain.

'Akta kelahiran'

"Enam puluh lima tahun yang lalu hari ini, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 181, yang memisahkan tanah Palestina yang bersejarah menjadi dua negara dan menjadi akta kelahiran bagi Israel," kata Abbas sebelum pemungutan suara berlangsung.

"Majelis Umum hari ini terpanggil untuk mengeluarkan akta kelahiran bagi terwujudnya Negara Palestina," kata dia.

Duta Besar Israel untuk PBB, Ron Prosor, mengatakan "satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian adalah melalui persetujuan" antara kedua belah pihak, bukan PBB.

"Tidak ada keputusan PBB yang dapat menghancurkan ikatan 4.000 tahun antara rakyat Israel dan tanah Israel," kata Prosor.

palestina

Warga Palestina merayakan keputusan PBB

Para penentang keputusan itu mengatakan negara Palestina seharusnya dimunculkan melalui negosiasi bilateral, seperti ditentukan dalam perjanjian damai Oslo 1993 yang mengukuhkan Otoritas Palestina.

Berbicara usai pemungutan suara, duta besar AS untuk PBB, Susan Rice, mendesak Palestina dan Israel untuk kembali mengadakan pembicaraan damai dan memperingatkan kedua negara agar tidak melakukan aksi-aksi unilateral.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help