Jumat, 29 Mei 2015
Tribunnews.com
BBC

PBB menaikkan status Palestina

Jumat, 30 November 2012 08:27 WIB

Majelis Umum PBB sepakat memberikan Palestina status sebagai negara pengamat non-anggota, langkah yang ditentang keras oleh Israel dan AS.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas di hadapan majelis mengatakan hasil pemungutan suara itu adalah "peluang terakhir untuk menyelamatkan solusi dua-negara" dengan Israel.

Delegasi Israel di PBB mengatakan hal itu membuat proses perdamaian "mundur", sedangkan AS mengatakan keputusan itu "disayangkan."

Majelis mengambil keputusan dengan hasil 138-9 dan 41 negara abstain.

'Akta kelahiran'

"Enam puluh lima tahun yang lalu hari ini, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 181, yang memisahkan tanah Palestina yang bersejarah menjadi dua negara dan menjadi akta kelahiran bagi Israel," kata Abbas sebelum pemungutan suara berlangsung.

"Majelis Umum hari ini terpanggil untuk mengeluarkan akta kelahiran bagi terwujudnya Negara Palestina," kata dia.

Duta Besar Israel untuk PBB, Ron Prosor, mengatakan "satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian adalah melalui persetujuan" antara kedua belah pihak, bukan PBB.

Halaman123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas