Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

PSK asal Korea Lebih Cantik Seperti Model dengan Bayaran Murah (5)

Senin, 3 Desember 2012 14:47 WIB

PSK asal Korea Lebih Cantik Seperti Model dengan Bayaran Murah (5)
IST
PSK Korea di Jepang

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Hasil penelitian Kementrian Persamaan Hak dan Keluarga Korea Selatan awal tahun ini menunjukkan banyak pekerja seks komersial (PSK) Korea sejak 2004 ke luar dari negerinya, mencari uang di negara lain misalnya di Jepang sekitar 50.000 orang dan jumlah ke Amerika Serikat sekitar 30.000 orang, bahkan banyak pula PSK Korea lari ke Australia pula. Demikian ungkap tabloid Nikkan Gendai  yang terbit 30 Mei 2012.
 
Akibat banyak yang masuk ke Jepang, semakin menekan harga “bermain wanita” di Jepang, “Kompetisi juga menjadi semakin ketat, terutama mulai tahun lalu dan bahkan sejak dua tahun sebelumnya sudah dimulai,” papar penulis lepas dunia gemerlap malam, Yasuhiro Ebina.
 
Dia memberikan contoh untuk pelayanan deri heru (panggilan wanita ke hotel, misalnya) dulu sekitar 15.000 yen atau sekitar Rp 1,7 juta (kurs Rp 116 per yen) untuk 60 menit. Tetapi kini dengan kompetisi yang sangat ketat itu dengan uang 10.000 yen (Rp 1,2 juta) sudah bisa merasakan wanita di Jepang khususnya PSK orang asing seperti China dan Korea. Tentu saja penyakit kelamin mungkin lebih bahaya. Bagaimana mungkin periksa ke dokter  secara rutin dan baik, kalau biaya dokter biaya mahal tetapi penerimaan penghasilan rendah?
 
Demikian pula pelayanan seks lain seperti sute (aesthetic salon), pijat XXX yang turun dari 12.000 yen (Rp 1,4 juta) menjadi 8.000 yen (Rp 933 ribu), sudah bisa bermain seks. Apalagi permainan di bagian pribadi, misalnya menyaksikan PSK melakukan masturbasi, baik dilakukan sendiri, maupun dipaksa customer dengan menempelkan alat perangsang tertentu.
 
“Semua harga itu semakin jatuh. Seentara PSK Korea lumayan cantik, putih tinggi seperti model, seperti orang Jepang juga, semua berkat operasi plastik sehingga mereka tambah cantik dan vaginanya tambah rapat seperti gadis,” papar Ebina.
 
Hal itu semua membawa PSK Korea cukup banyak diminati di Jepang, cantik dan murah. Bahkan di Kawasaki dekat Tokyo ada daerah yang sudah lama dilakukan, wanita PSK memajang dirinya di dalam kamar kaca yang terbuka terlihat jelas para pelalu-lalang yang memang banyak laki-laki hidung belang untuk memilih mereka.
 
Tapi usia mereka pun sudah tidak muda lagi, paling muda 25 tahun, kebanyakan usia menjelang 30 tahun atau bahkan lebih dari 30 tahun.
 
Mendekati wanita tersebut bernegosiasi, dulu dapat menggunakan puas untuk minimum 50.000 yen (Rp 5,8 juta) tetapi sekarang 30.000 yen (Rp 3,5 juta) juga sudah bisa menggunakan PSK tersebut karena persaingan ketat dunia prostitusi saat ini.
 
Paling menarik dari semua hal tersebut, ungkap Ebina, pemilihan PSK Korea oleh banyak lelaki Jepang karena pada saat main seks, wanita Korea lebih tenang, bisa menjaga emosinya sehingga tidak jerit-jeritan.
 
“Tetapi kalau main sama wanita China, wah, ribut sekali sehingga yang lelaki sering kali malu karena pasti akan terdengar di kanan kiri dan sekelilingnya,” ujarnya menjelaskan.
 
Itulah sebabnya mungkin harga PSK Korea sedikit lebih baik ketimbang PSK China di Jepang, gara-gara kegaduhan suara kalau lagi asyik bermain seks.

Hal kedua, umumnya PSK Korea sudah dan selalu di operasi plastik sehingga tampak muda dan cantik serta menggairahkan, baik muda, badan dan termasuk vaginanya.

Tetapi PSK China umumnya jarang menggunakan uangnya untuk operasi plastik tersebut. Mungkin bagian dari budaya kedua bangsa tersebut.

INTERNASIONAL POPULER

Editor: Widiyabuana Slay

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas