• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

60 Hari Lagi Pemerintah Suriah Siap Gunakan Senjata Kimia

Kamis, 6 Desember 2012 13:34 WIB
60 Hari Lagi Pemerintah Suriah Siap Gunakan Senjata Kimia
NY Daily News
Suasana pertempuran di Damaskus,Suriah.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, DAMASCUS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan rencana pemerintah Suriah untuk menggunakan zat sarin, atau zat saraf terhadap warga sipil Suriah.

Menurut seorang pejabat di Pemerintah Amerika, dikutip dari Upi.com, Kamis (6/12/2012), zat sarin itu akan digunakan dengan memasukannya ke dalam bom yang nantinya dijatuhkan di wilayah Suriah melalui pemboman taktis.

Sumber itu mengatakan, angkatan bersenjata Suriah menunggu perintah dari Presiden Bashar al Assad untuk melancarkan serangan itu. Mereka hanya memiliki waktu selama 60 hari untuk menggunakannya, sebelum campuran zat kimia yang mengandung zat sarin itu kadaluarsa.

Suriah diyakini memiliki persediaan persenjatan non-konvensional terbesar di dunia.

Menlu Amerika, Hillary Clinton Rabu kemarin, mengulangi peringatan untuk rezim Bashar untuk tidak menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya. Menurutnya rezim Bashar berada di ajang kehancuran.

"Yang menjadi pertanyaan berapa banyak orang harus mati sebelum itu terjadi," katanya.

Presiden Amerika, Barack Obama mengeluarkan peringatan yang sama di hari Senin kemarin.

Zat Sarin diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal oleh PBB, dimana produksi dan penimbunan zat itu dilarang di bawah Konvensi Senjata Kimia di tahun 1993.

Suriah adalah salah satu dari enam negara yang belum meratifikasi konvensi tersebut. Negara lain yang belum meratifikasinya adalah Angola, Korea Utara, Mesir, Somalia dan Sudan Selatan.

Sarin adalah zat pembunuh mematikan. Pasukan Presiden Irak, Saddam Hussein pernah menggunakan zat itu dalam serangan tunggal di kota Kurdi Halabja di Kurdistan Irak, 150 km sebelah timur laut Baghdad, dekat perbatasan Iran, pada 16 Maret 1988 menewaskan 3.200 hingga 5.000 orang Kurdi. (upi.com)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1195722 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas