• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012?

Kamis, 20 Desember 2012 13:33 WIB
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 6.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 11.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 23.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 34.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 41.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 51.JPG
KBRI Moskow

TRIBUNNEWS.COM - Tahun 2012 merupakan tahun yang penuh makna. Berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah hubungan kedua bangsa. Disamping capaian-capaian yang diraih, tantangan yang dihadapi cukup banyak. Demikian rilis yang dikirim Kedubes RI di Rusia ke redaksi Tribunnews.com, Kamis (20/12/2012).

Hal-hal inilah yang mengemuka dalam dalam diskusi akhir tahun bertemakan “Kilas Balik Hubungan Persahabatan dan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia Tahun 2012 dan Proyeksinya di Tahun 2013” yang diselenggarakan KBRI Moskow di Swissotel, Moskow, Rusia, Selasa (18/12/2012).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun menyampaikan terjadi perkembangan yang berarti dalam hubungan Indonesia-Rusia dalam setahun terakhir.

“Perkembangan ini juga dikarenakan dasar yang kuat seperti tertuang dalam Deklarasi dan sejumlah perjanjian yang telah ditandatangani, serta terobosan-terobosan yang telah dilakukan sebelumnya oleh Dubes Hamid Awaludin bersama jajarannya”, kata Djauhari.

Menurut Djauhari, perkembangan kerjasama terjadi baik di bidang politik dan pertahanan, ekonomi dan perdagangan, pariwisata, pendidikan, maupun sosial dan budaya. Perkembangan hubungan juga pada semua tatanan, mulai dari pemerintah, seperti kehadiran Presiden SBY pada KTT APEC di Vladivostok, kunjungan pada tingkat Menteri, pelaku bisnis, hingga masyarakat kedua belah pihak”, ujarnya.

Sementara itu, Direktur Departemen Asia Ketiga Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia Andrei Tatarinov sepakat dengan pernyataan Djauhari. Menurut Tatarinov, dialog intensif terjadi pada kedua pihak, termasuk antar kepala negara.

“Kedua Presiden kita saling berkomunikasi dalam berbagai kesempatan. Kerjasama ke depan sangat bangus”, ujar Tatarinov.

Di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, terjadi kontak antara pelaku bisnis. Tidak sedikit perusahaan Rusia yang merintis kerjasama dengan Indonesia, seperti RUSAL, Nornickel, Russian Railways dan KAMAZ.

Volume perdagangan periode Januari-September 2012 sebesar 2,645 miliar dollar AS, atau naik 44,35 persen dari periode yang sama tahun 2011. Jumlah ini melampaui capaian tahun 2011 yang tercatat sebesar  2,54 miliar dollar AS. Pada tahun 2015 target yang ingin dicapai sebesar 5 miliar dollar AS.

Di sektor pariwisata, wisatawan Rusia ke Indonesia tahun 2012 diperkirakan dapat melebihi 100 ribu orang dari 90.900 orang di tahun 2011. “Indonesia adalah pasar potensial bagi wisatawan Rusia. Target tahun ini diharapkan dapat tercapai”, kata Maksim Shandarov, perwakilan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Rusia.

Pendidikan dan sosial budaya merupakan bidang kerjasama yang memerlukan perhatian khusus. Generasi muda Indonesia untuk studi di Rusia dapat terus ditingkatkan dari jumlah yang masih sedikit saat ini. Para generasi muda tersebut dapat menjembatani hubungan kedua bangsa di masa mendatang.

Duta Besar Utusan Khusus Rusia untuk Kawasan Asia Pasifik dan ASEAN Alexander Ivanov mencatat pula hubungan Indonesia dan Rusia yang saat ini sangat baik dapat terus ditingkatkan. Indonesia dan Rusia merupakan dua bangsa besar yang memiliki potensi yang besar juga.

“Indonesia adalah mitra strategis bagi Rusia”, ujar Duta Besar Ivanov yang baru selesai tugasnya beberapa waktu lalu sebagai Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia.

Peningkatan kerjasama antara Rusia dengan Indonesia didorong pula oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk ASEAN I Gede Ngurah Swajaya yang hadir dalam forum tersebut.

Menurut Duta Besar Ngurah Swajaya, Indonesia yang merupakan negara terbesar di ASEAN dapat dijadikan pintu gerbang kerjasama Rusia dengan negara-negara ASEAN. Berbagai program kerjasama dapat dilakukan, seperti melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Diskusi di hadiri oleh 60 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan di Rusia, baik pemerintah, parlemen, pengusaha, akademisi, tokoh masyarakat, wartawan dan generasi muda. Para mitra kerja tersebut memberikan kontribusi besar dalam pengembangan hubungan kedua bangsa. Mereka sepakat pentingnya untuk lebih meningkatkan hubungan di masa datang.

Sejumlah program dan kegiatan telah menanti di tahun 2013. Rusia sebagai tuan rumah penyelenggaraan KTT G-20, sedangkan Indonesia menjadi ketua APEC yang sebelumnya dipegang Rusia.

Selain itu, sebuah peristiwa penting akan diperingati dalam hubungan Indonesia-Rusia tahun depan, yaitu satu dasawarsa penandatangan “Deklarasi mengenai Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia dalam Abad ke-21”.

“Kita isi hubungan kedua bangsa dengan lebih meningkatkan kerjasama di berbagai bidang. Potensi besar yang dimiliki harus benar-benar dimanfaatkan dan direalisasikan melalui kerja keras. Oleh karena itu, peran serta semua pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan harapan bersama”, jelas Djauhari.

INTERNASIONAL POPULER

Editor: Widiyabuana Slay
0 KOMENTAR
1239721 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas