Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012?

Kamis, 20 Desember 2012 13:33 WIB

Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 6.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 11.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 23.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 34.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 41.JPG
KBRI Moskow
Apa Makna Hubungan Rusia-Indonesia di Tahun 2012? - 51.JPG
KBRI Moskow

TRIBUNNEWS.COM - Tahun 2012 merupakan tahun yang penuh makna. Berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah hubungan kedua bangsa. Disamping capaian-capaian yang diraih, tantangan yang dihadapi cukup banyak. Demikian rilis yang dikirim Kedubes RI di Rusia ke redaksi Tribunnews.com, Kamis (20/12/2012).

Hal-hal inilah yang mengemuka dalam dalam diskusi akhir tahun bertemakan “Kilas Balik Hubungan Persahabatan dan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia Tahun 2012 dan Proyeksinya di Tahun 2013” yang diselenggarakan KBRI Moskow di Swissotel, Moskow, Rusia, Selasa (18/12/2012).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun menyampaikan terjadi perkembangan yang berarti dalam hubungan Indonesia-Rusia dalam setahun terakhir.

“Perkembangan ini juga dikarenakan dasar yang kuat seperti tertuang dalam Deklarasi dan sejumlah perjanjian yang telah ditandatangani, serta terobosan-terobosan yang telah dilakukan sebelumnya oleh Dubes Hamid Awaludin bersama jajarannya”, kata Djauhari.

Menurut Djauhari, perkembangan kerjasama terjadi baik di bidang politik dan pertahanan, ekonomi dan perdagangan, pariwisata, pendidikan, maupun sosial dan budaya. Perkembangan hubungan juga pada semua tatanan, mulai dari pemerintah, seperti kehadiran Presiden SBY pada KTT APEC di Vladivostok, kunjungan pada tingkat Menteri, pelaku bisnis, hingga masyarakat kedua belah pihak”, ujarnya.

Sementara itu, Direktur Departemen Asia Ketiga Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia Andrei Tatarinov sepakat dengan pernyataan Djauhari. Menurut Tatarinov, dialog intensif terjadi pada kedua pihak, termasuk antar kepala negara.

“Kedua Presiden kita saling berkomunikasi dalam berbagai kesempatan. Kerjasama ke depan sangat bangus”, ujar Tatarinov.

Halaman
123
Editor: Widiyabuana Slay
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help