• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Hotel Bergaya Bali Digunakan Perempuan Lesbian di Jepang Bertemu

Jumat, 25 Januari 2013 18:14 WIB
Hotel Bergaya Bali Digunakan Perempuan Lesbian di Jepang Bertemu
IST
Promo hotel Bali-an yang berada di Jepang.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Di Jepang sejak 2010 terkenal satu julukan Joshikai yaitu pertemuan kaum wanita khususnya para pengusaha wanita atau business women, bicara segala macam, mulai soal cintanya, kerjanya, suaminya, dan sebagainya. Di Indonesia mungkin arisan khusus wanita. Demikian dilaporkan Tribunnews.com dari Tokyo, Jumat (25/1/2013).

Di Tokyo ada sebuah hotel bernama Bali-an dengan tata interior tropikal mirip Bali dan desain namanya dengan tambahan motif mirip Bali pula, menawarkan tempat Joshikai tersebut, dengan menggunakan kamar sweet-nya atau deluks-nya yang bisa menampung jumlah orang cukup banyak. Hal ini tampaknya dilakukan untuk menarik bisnis cara lain dari tempat penginapan tersebut, daripada hanya sebagai kamar tidur yang saat ini sulit mendapatkan tamu, dialihfungsikan menjadi tempat pertemuan.

Hotel semacam ini ada banyak di Tokyo, Chiba dan perfektur Kanagawa, memanfaatkan ruang kosong tempat penginapan mereka untuk mendapatkan tambahan uang, kesempatan bisnis besar saat ini. Mengapa? Karena tempat meeting semacam itu sangat mahal di Jepang. Tapi dengan kamar besar hotel yang berukuran sekitar 50 meter persegi, bisa menampung banyak orang untuk sekadar ngobrol, plus dilengkapi pula dengan kursi pijat (pakai koin), ikut menambah income perusahaan pula.

Selain kursi pijat juga ada salon, sauna, tempat bercantik diri, karaoke, studio foto, toko oleh-oleh dan sebagainya, semua untuk menambah income perusahaan tersebut.

Tempat semacam ini disewakan sekitar 3.000-4.000 yen atau sekitar Rp 314 ribu hingga Rp 423 ribu per orang (kurs Rp  105 per yen) selama kira-kira 8 jam untuk pertemuan bersama itu. Karena lokasi di dalam hotel, pihak hotel pun menawarkan tempat menginap dengan harga khusus apabila lelah, bisa bermalam hanya di satu gedung, di dalam hotel yang sama.

Nah, kalau sudah semua fasilitas ingin dinikmati per malam per olah dikenakan sedikitnya 12.000 yen (Rp 1,2 juta) bebas pakai semua fasilitas, termasuk tidur semalam. Di sinilah letak penyelewengan yang terjadi. Bagi para lesbian, setelah melakukan Joshikai, capai, bersantai, lalu menginap semalam, bermain seks di hotel tersebut.

Seorang karyawan di hotel tersebut menolak berkomentar kalau sudah ke arah sana, "Itu soal pribadi masing-masing. Biasanya Joshikai hanya untuk ngobrol sesama teman wanita, bersenang ria bersama, lalu setelah puas dan lelah, mereka pulang ke rumah masing-masing walau pun mungkin ada yang menginap di hotel," ungkap sumber tersebut. Sedangkan nama Bali-an dari Bali sumber itu tak tahu menahu, "Mungkin karena enak dan mudah disebut pakai nama tersebut," tambahnya lagi.

INTERNASIONAL POPULER

Editor: Widiyabuana Slay
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas