Kamis, 29 Januari 2015
Tribunnews.com

Jangan Berani Mengacak-ngacak Urusan Yakuza, Nyawa Anda Taruhannya

Selasa, 29 Januari 2013 17:48 WIB

Jangan Berani Mengacak-ngacak Urusan Yakuza, Nyawa Anda Taruhannya
IST
Pengacara Igari dengan bukunya terakhir Gekitotsu atau Collision, sebelum dia dibunuh yakuza.

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Toshiro Igari adalah pengacara yang baik, yang selalu bekerja lurus membela yang benar. Setelah ke luar dari pekerjaannya sebagai Penuntut Umum, dia menjadi Pengacara independen dan tak mau membela kelompok Yakuza, bahkan menyudutkan kelompok Yakuza. Bukunya terakhir Gekitotsu atau Collision, sempat terbit setelah akhirnya dia dibunuh di Filipina oleh Yakuza. Demikian laporan yang diturunkan Tribunnews.com, Selasa (29/1/2013).

Ini adalah kesaksian  Jake Adelstein, wartawan Amerika Serikat (AS),  yang juga hampir dibunuh yakuza karena memojokkan organisasi kejahatan itu.

Tiga hal yang tak boleh kita lakukan apabila nyawa tidak mau melayang oleh yakuza. Pertama, jangan sampai income mereka berkurang gara-gara ulah kita. Kedua, jangan korek-korek, apalagi mengungkapkan kepada publik masalah internal mereka.

Ketiga, jangan mengkhianati yakuza kalau kita sudah dipercaya. Cukup sekali, mereka tidak akan memberikan warning (peringatan), tetapi mereka akan langsung menyuruh bawahannya untuk membunuh kita sebagai sanksi atau hukuman. Mengerikan memang. Itulah pengalaman Tribunnews.com selama mengamati, meneliti, mendengar dari berbagai sumber dan meliput kelompok yakuza selama 20 tahun terakhir ini.

Itulah yang dialami oleh Jake ketika bertemu terakhir kali dengan  Pengacara Igari hari Minggu tanggal 8 Agustus 2008. Jake minta nasihat ke pengacara Igari karena merasa keselamatannya terancam oleh Tadamasa Goto, Kepala Goto-gumi yang sudah menghilang, afiliasi dengan Yamaguchi-gumi. Goto sendiri akhirnya disingkirkan oleh bos Yamaguchi-gumi.

Jake menuliskan di The Washington Post, mengenai Goto mengenai transaksi Goto dengan FBI untuk menerima transplantasi liver (hati) untuknya di AS dan Supaya dia bisa dapat visa AS. Maka Goto memberikan uang 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 960 juta (kurs Rp 9.600 per dollar AS) kepada FBI untuk diberikan kepada panti sosial anak di AS, dan sekaligus memberikan informasi mengenai yakuza kepada FBI.

Halaman123
Editor: Widiyabuana Slay
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas