• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 15 September 2014
Tribunnews.com
BBC

Prancis jaga tambang uranium Niger

Senin, 4 Februari 2013 15:37 WIB
tambang_uranium_niger

Niger selama ini dikenal sebagai negara penghasil uranium terbesar kelima di dunia.

Pemerintah Niger membenarkan bahwa tentara dari pasukan khusus Prancis saat ini berjaga melindungi salah satu lokasi pertambangan uranium terbesar di negara itu.

Mahamadou Issoufou kepada sejumlah media Prancis mengatakan bahwa keamanan di lokasi pertambangan bernama Arlit ini diperketat menyusul peristiwa penyanderaan yang terjadi di Aljazair beberapa waktu lalu.

"Tentu saja saya sudah bisa pastikan itu," kata Presiden Issoufou kepada TV5 saat ditanyakan tentang kepastian keterlibatan pasukan Prancis dalam penjagaan di Arlit.

"Kami memutuskan hal itu khususnya setelah melihat apa yang terjadi di Aljazair....kami tidak ingin mengambil resiko dan memperkuat perlindungan di lokasi tambang."

Saat ini perusahaan asal Prancis, Areva adalah pemain besar dalam ekplorasi tambang di negara penghasil uranium terbesar kelima di dunia itu.

Pernah diserang

Kawasan pertambangan uranium Arlit sebelumnya juga pernah menjadi sasaran kelompok militan tiga tahun lalu.

Saat itu pelaku penyerangan sempat menculik lima pekerja asal Prancis, empat diantaranya bahkan masih berada di tangan pelaku penyerangan hingga saat ini.

Pihak keamanan menyakini keempat sandera asal Prancis itu saat ini kemungkinan berada di kawasan utara Mali dekat lokasi pertempuran yang melibatkan tentara Prancis dengan kelompok militan yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan al-Qaeda.

Kantor berita Prancis, Agence France-Presse mengatakan dua belas orang anggota cadangan pasukan spesial Prancis telah memperkuat penjagaan di lokasi pertambangan Arlite.

Perusahaan asal Prancis, Areva selama ini mendapatkan suplai uranium dari dua tambang yang mereka operasikan saat ini yaitu yang terletak di Arlit dan Imouraren.

Bulan lalu setidaknya 37 orang pekerja asing terbunug saat kelompok militan Islam menguasai lokasi pengolahan gas di Amenas, Aljazair.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1403281 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas