BBC

Warisan masalah yang dihadapi Irak

Invasi pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat masih menyisakan rangkaian serangan bom bunuh diri dan konflik sektarian.

Sepuluh tahun setelah invasi pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat ke Irak -19 Maret 2003- mungkin tidak bisa dengan mudah menyimpulkan bahwa kondisi di Irak sudah lebih baik dibanding di zaman pemerintahan Saddam Hussein.

"Sampai sekarang agak susah dikatakan lebih baik atau tidak, tapi yang jelas secara umum, khususnya di kota Baghdad, kehidupan normal. Jadi masyarakat dan juga lembaga permerintah berjalan seperti biasa walau terjadi krisis politik dan sering terjadi ledakan," tutur Musthafa Abdul Rahman, wartawan pengamat Timur Tengah yang berulang kali meliput ke Irak.

Mungkin sedikit lebih mudah untuk memastikan bahwa Irak kini memiliki dasar yang lebih demokratis untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Pemerintah yang berdaulat sudah berfungsi di bawah Perdana Menteri, Nouri al-Maliki, sementara kekerasan -walau masih terjadi- jauh berkurang dibanding pada masa-masa puncak dulu.

Keamanan Irak juga kini sepenuhnya berada di tangan warga Irak, setelah pasukan Amerika Serikat mundur pada tanggal 31 Desember 2011.

Bahkan Irak juga sudah menjadi tuan rumah dalam perundingan internasional tentang program nuklir Iran, pada Mei 2012 lalu.

Para pemimpin Liga Arab juga menggelar pertemuan di Baghdad untuk membahas rencana perdamaian Suriah

Irak bukan saja bertanggung jawab atas keamanan warganya, namun juga tanggung jawab untuk para tamu-tamu penting.

Belum stabil

Bagaimanapun agaknya masih terlalu dini jika menempatkan Irak hingga pada masa awal 2013 sebagai sebuah negara yang stabil sepenuhnya.

Sabtu 16 Februari, misalnya -atau tiga hari menjelang peringatan 10 tahun invasi Irak- salah seorang perwira intelijen senior Irak tewas dalam serangan bunuh diri.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help