Rabu, 29 April 2015
Tribunnews.com

Anggota Yakuza yang Terkenal Ganas Ternyata Suka PM Jepang Shinzo Abe

Selasa, 19 Februari 2013 12:40 WIB

Anggota Yakuza yang Terkenal Ganas Ternyata Suka PM Jepang Shinzo Abe
YOMIURI TV
Tadamasa Goto

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Keterlibatan politisi Jepang tidak sedikit terhadap anggota yakuza - mafia Jepang. Bahkan sampai dengan tahun 1969 hubungan politisi dengan yakuza masih terbuka, tak bermasalah diliput banyak media massa bebas. Namun belakangan setelah ke luar revisi UU Anti-Yakuza efektif mulai Oktober 2011, semua  hubungan itu berubah total.

Seorang anggota yakuza yang terkenal ganas dan bahaya di Jepang, Tadamasa Goto, bahkan pernah transplantasi hati di RS UCLA Amerika Serikat beberapa tahun lalu, mengungkapkan kepada TV Yomiuri pada bulan Juli 2010  pada program "Takashin no Sokomade Itte Iinkai", bahwa dia senang dengan PM Jepang Shinzo Abe. Demikian diuktip Tribunnews.com, Selasa (19/2/2013).

"Saya rasa politisi harus beraksi lebih bertanggungjawab dan penuh dengan pengetahuan yang baik sehingga mereka bisa mengatur dengan baik kehidupan jutaan anggota masyarakatnya di Jepang dalam tangan mereka. Saya sebenarnya senang sekali sebenarnya dengan Abe pada awalnya. Tetapi belakangan dia menjadi kelihatan lemah dan terus saja menurun serta mengundurkan diri sebagai PM Jepang di tengah jalan. Olehkarena itu saya ingin politisi yang benar-benar kuat mengendalikan negara Jepang ini," kata Goto, menjelaskan.

Tahun 2006-2007 Shinzo Abe menjadi PM Jepang lalu mengundurkan diri dengan alasan kesehatan yang tidak memungkinkan. Tetapi saat ini sejak 26 Desember 2012 Abe dilantik kedua kali menjadi PM Jepang dia menyatakan sehat penuh dengan kesehatannya dan belajar dari pengalaman di masa lalu akan lebih baik lagi memimpin negeri Sakura ini, paparnya.

Karena Abe dianggap lemah, Goto lalu menunjukkan dua politisi yang disukainya dan dianggap kuat yaitu Shigeru Yoshida dan Nobusuke Kishi yang keduanya adalah mantan PM Jepang di masa lampau.

"Meskipun ribuan orang banyak yang menentang pakta kerjasama antara Jepang dan Amerika Serikat di masa lalu saat permulaannya, tetapi Kishi bergeming, dan dia tetap melanjutkan pakta kerjasama tersebut."

Halaman123
Editor: Widiyabuana Slay
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas