• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Korban Tewas Bentrok di Sabah Tambah 12

Senin, 4 Maret 2013 13:42 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, KOTADIGOS - Sedikitnya 12 orang tewas dalam kontak senjata antara kepolisian Malaysia melawan tentara kerajaan Sulu, di wilayah Semporna, Malaysia, Sabtu pekan lalu.

Dalam sebuah konfrensi pers, Inspektur Jenderal Polisi Ismail Omar menjelaskan, ke-12 jenazah itu terdiri dari enam anggota kepolisian Malaysia, dan enam tentara kerajaan Sulu. Mereka ditemukan sekitar pukul 18.30 waktu setempat, di hari Minggu. 

Dalam sebuah konferensi pers disiarkan melalui stasiun Sabah berbasis radio gelombang pendek, Ismail mengatakan semua 12 mayat telah ditemukan sebagai 6:30 pm Minggu dalam operasi di wilayah Simunul.

"Selama operasi, kami juga menemukan enam mayat lainnya, diyakini sebagai orang-orang bersenjata," ujarnya seperti dikutip dari Asiaone.com, Senin (4/3/2013).

Sementara 19 anggota polisi yang disergap oleh para tentara kerajaan Sulu, bebernya berhasil diselamatkan.

Dalam kesempatan itu IsmaiI tidak merinci identitas ke enam anggota polisi yang tewas, namun ia menyebut beberapa dari mereka merupakan polisi baru, dan adapula polisi yang berpengalaman.

Sejak kekerasan meletus di wilayah Sabah menyusul keputusan kepolisian Malaysia Putrajaya untuk mengatasi Agbimuddin Kiram, kelompok yang dinilai oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebagai penyusup, sudah 24 orang tewas, dimana delapan di antaranya merupakan anggota kepolisian Malaysia.

Jumlah korban tewas dalam konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Sabah kemungkinan akan bertambah, seiring dengan operasi keamanan yang digelar kepolisian Malaysia di tiga wilayah disana yaitu Lahad Datu, Semporna dan Kunak.

Sebelumnya Pemerintah Malaysia melalui Menteri Luar Negeri mereka,
Anifah Aman mengatakan pihaknya akan berusaha menghindari pertumpahan darah saat menertibkan 200 pengikut kesultanan Sulu, yang ada di wilayah Sabah.
asiaone.com)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Sugiyarto
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas