Sabtu, 1 Agustus 2015
Tribunnews.com

Pengganti Benediktus XVI Diramalkan Menjadi Paus Terakhir

Senin, 11 Maret 2013 16:03 WIB

Pengganti Benediktus XVI Diramalkan Menjadi Paus Terakhir
Alessandro Di Meo/EPA file
Kilat menyambar Basilica Santo Petrus di Vatican City, pada 11 Februari 2013, hari yang sama saat Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya.

TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Besok, Selasa (12/3/2013), sekitar 1,2 miliar Umat Katolik di dunia akan mengikuti proses pemilihan Paus baru.

Seperti dikutip Tribunnews.com dari Nbcnews.com, Senin (11/3/2013), menurut prediksi kuno, Paus pengganti Benediktus XVI yang akan terpilih nanti, akan menjadi Paus terakhir di dunia.

Ramalan ini terjadi pada lebih dari 900 tahun silam, ketika Malachy O'Morgair, Uskup Agung Irlandia pada abad ke-12, memiliki 'penglihatan'.

Sebuah legenda mengatakan, kala itu Santo Malachy bermimpi aneh, ketika berkunjung ke Roma. Dalam mimpinya, Santo Malachy 'melihat' semua nama Paus di masa depan, yang akan memerintah Gereja sampai akhir zaman.

Dalam 'penglihatan' Malachy yang terkenal dengan istilah 'Nubuatan Paus' disebutkan, nama Benediktus XVI menjadi Paus ke-111. 'Penglihatan' Malachy berakhir di Paus ke-112.

Dalam buku berjudul 'Life of St Malachy' yang ditulis St Bernard dari Clairvaux, Malachy adalah peramal yang sangat dihormati pada zamannya.

Dalam buku itu dijelaskan, Malachy meramalkan hari dan jam kematiannya dengan tepat. Bahkan,  Paus Pius X meyakini bahwa visi Malachy adalah ilahi, seperti dikatakan Rafael Merry del Val, penulis biografi Paus Pius X.

Halaman123
Penulis: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas