Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Pengganti Benediktus XVI Diramalkan Menjadi Paus Terakhir

Senin, 11 Maret 2013 16:03 WIB

Pengganti Benediktus XVI Diramalkan Menjadi Paus Terakhir
Alessandro Di Meo/EPA file
Kilat menyambar Basilica Santo Petrus di Vatican City, pada 11 Februari 2013, hari yang sama saat Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya.

TRIBUNNEWS.COM, ROMA - Besok, Selasa (12/3/2013), sekitar 1,2 miliar Umat Katolik di dunia akan mengikuti proses pemilihan Paus baru.

Seperti dikutip Tribunnews.com dari Nbcnews.com, Senin (11/3/2013), menurut prediksi kuno, Paus pengganti Benediktus XVI yang akan terpilih nanti, akan menjadi Paus terakhir di dunia.

Ramalan ini terjadi pada lebih dari 900 tahun silam, ketika Malachy O'Morgair, Uskup Agung Irlandia pada abad ke-12, memiliki 'penglihatan'.

Sebuah legenda mengatakan, kala itu Santo Malachy bermimpi aneh, ketika berkunjung ke Roma. Dalam mimpinya, Santo Malachy 'melihat' semua nama Paus di masa depan, yang akan memerintah Gereja sampai akhir zaman.

Dalam 'penglihatan' Malachy yang terkenal dengan istilah 'Nubuatan Paus' disebutkan, nama Benediktus XVI menjadi Paus ke-111. 'Penglihatan' Malachy berakhir di Paus ke-112.

Dalam buku berjudul 'Life of St Malachy' yang ditulis St Bernard dari Clairvaux, Malachy adalah peramal yang sangat dihormati pada zamannya.

Dalam buku itu dijelaskan, Malachy meramalkan hari dan jam kematiannya dengan tepat. Bahkan,  Paus Pius X meyakini bahwa visi Malachy adalah ilahi, seperti dikatakan Rafael Merry del Val, penulis biografi Paus Pius X.

Namun, para teolog berpendapat, tidak pernah ada naskah yang ditulis otentik Malachy soal 'Nubuatan Paus'. Anehnya, daftar nama-nama Paus dalam 'penglihatan' Malachy, ditemukan pada 1590 di arsip Vatikan, ratusan tahun kemudian.

Paus pertama (dalam penglihatan Malachy, bukan Paus pertama dalam arti sebenarnya), menurut 'Nubuatan Paus' Malachy, akan datang dari sebuah kastil di Tiber. Faktanya, Paus Celestine II memang lahir di tepi Sungai Tiber.

Paus Benediktus, masih menurut 'Nubuatan Paus' Malachy, digambarkan sebagai kemuliaan zaitun (glory of the olives). Sebutan ini merujuk pada Benediktus, pendiri Ordo Benediktin yang terkenal dengan nama Olivetans.

Lalu, Paus terakhir yang akan segera terpilih, dalam 'visi' Malachy dijelaskan akan mengalami 'penganiayaan ekstrim', dan 'kursi Gereja Kudus Roma akan dikuasai oleh Peter Roma'.

Dari para Kardinal yang belakangan disebut-sebut difavoritkan menjadi Paus yang 'berbau' nama 'Peter', adalah Kardinal Peter Turkson dari Ghana.

Nostradamus, peramal abad ke-16 asal Prancis yang terkenal dengan 'penglihatannya', juga punya ramalan sama seperti Malachy.

Nostradamus mengatakan, Paus kedua terakhir (Paus Benediktus XVI), akan 'meninggalkan Roma ketika komet besar terlihat di siang hari'.

Faktanya, komet ISON yang punya ekor sepanjang 40 ribu mil, telah terlihat beberapa bulan sebelum Paus Benediktus XVI menyatakan mundur dari jabatannya.

Lantas, hanya beberapa jam setelah Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran dirinya, petir melanda Basilika Santo Petrus, jantung kekristenan dunia. Beberapa hari kemudian, sejumlah meteorit jatuh dan menghancurkan sebuah desa di Rusia.

Di dinding luar Santo Paul, sebuah tempat di Katedral utama di Roma, terdapat banyak medali tertempel di garis dinding, lengkap dengan nama-nama setiap Paus dan tanggal kepausannya.

Sebuah legenda, atau mungkin mitos, mengatakan, ketika semua dinding itu dipenuhi medali, dunia akan berakhir. Saat ini, di dinding Santo Paul, masih ada beberapa ruang kosong. Bisa jadi, akhir dunia masih jauh. Percaya atau tidak, semua terserah Anda. (*)

Penulis: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas