• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Setelah Terpilih, Paus Baru Bakal Masuk ke Kamar Air Mata

Selasa, 12 Maret 2013 04:25 WIB
Setelah Terpilih, Paus Baru Bakal Masuk ke Kamar Air Mata
Tribunnews
Paus Benediktus XVI menyambut lebih dari 8.000 umat Katolik yang mengikuti audiensi umum di Aula Santo Paulus VI, Vatikan, Rabu (14/9/2011). Paus berpesan perlunya memperhatikan pendidikan anak dalam keluarga.

TRIBUNNEWS.COM, VATIKAN -- Pemilihan Paus baru, atau disebut Konklaf akan dimulai Selasa (12/3/2013) waktu Roma. Konklaf dibuka dengan peryaan Misa Mulia di Basilika Santo Petrus, Vatikan pukul 10.00 Waktu Roma.

Pada sore harinya, para Kardinal pemilih akan berarak dalam prosesi dan suasana doa menuju Kapela Sixtina, di tengah-tengah bangunan Vatikan, tempat konklaf akan berlangsung.

Pada hari pertama, Selasa malam, pemilihan hanya terjadi satu putaran saja. Sedangkan pada hari-hari selanjutnya sebanyak empat kali, yakni dua putaran di pagi hari, dan dua putaran di sore hari.

Seandainya sebuah putaran telah menghasilkan mayoritas suara yang dibutuhkan, maka itu artinya seorang Paus sudah terpilih. Sebagai informasi, konklaf kali ini, akan dilangsungkan berdasarkan pada motu proprio Paus Benediktus yang melengkapi peraturan konklav dari pendahulunya, Paus Yohanes Paulus II. Yakni seandainya seorang calon terpilih dengan mayoritas 77 suara, artinya dua per tiga dari jumlah seluruh pemilih, maka dengan itu seorang Paus sudah terpilih.

Dan jika seorang Paus sudah terpilih, maka Kardinal Dekan menanyakan kepada yang bersangkutan dalam keadaan berdiri, apakah dia menerima pemilihan tersebut. Dan ketika dia menjawab "Ya" sebagai tanda kesediaanya, maka kepadanya dilontarkan pertanyaan kedua, apa nama yang digunakan sebagai Paus?"

Setelah memberikan jawaban kepada kedua pertanyaan ini dengan jelas, Paus baru dikenakan sebuah tanda khusus berupa sebuah pakaian kebesaran. Dulu, Paus terpilih dikenakan sebuah mahkota, tetapi tradisi ini sudah tidak berlaku lagi.

Setelah mengenakan pakaian khusus ini, Paus terpilih beranjak menuju Altar--di depan Altar tersebut sudah disediakan kursi khusus. Di hadapannya para Kardinal (saat itu berjumlah 114 orang) mengucapkan janji setia dan ketaatan mereka kepadanya. Setelah itu semua bertepuk tangan dan mengucapkan Selamat kepada Paus terpilih.

Pada saat itu pengurus pembakaran kertas pilihan memasukkan kertas-kertas yang sudah dideretkan pada seutas tali dan dibakar dengan campuran kimia yang menghasilkan asap warna putih, sebagai tanda bahwa Gereja Katiolik sudah memiliki seorang Paus. Asap putih dari cerobong di atas atap Kapela Sixtina akan diiringi dengan bunyi lonceng raksasa.

Menurut informasi dari Pastor Markus Solo SVD langsung dari Roma, bahwa pada saat yang sama, Paus baru diantar menuju sebuah kamar di samping Altar yang disebut camera lacrimatoria” (Kamar Air Mata)--di mana dia beristirahat, memikirkan apa yang harus dikatakan beberapa saat kemudian ketika diperkenalkan kepada dunia dari balkon Basilika Santo Petrus.

Kamar itu dinamakan Kamar Air Mata“ karena berbagai alasan, antara lain sebuah tempat khusus, di mana Paus baru meluapkan segala perasaanya, yang umumnya di dalam sejarah berupa deraian air mata kegembiraan atau keterharuan. Di sini pula Paus baru tersebut dikenakan pakaian lain untuk ditampilkan ke publik.

Dalam selang waktu antara 20 sampai 30 menit, Paus baru dihantar rombongan Kardinal menuju Balkon Basilika Santo Paulus yang berbingkai merah dan ditutup dengan kain lebar berwarna merah pula. Dua ajudan akan mendamping seorang Kardinal Diakon yang akan mengumumkan kepada dunia nama Paus baru sebagai hasil konklaf.

Masih berdasarkan informasi Pastor Markus, bahwa Kardinal Diakon yang akan mengumumkan nama Paus baru adalah Jean-Louis Kardinal Tauran, yang adalah juga Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama, tempat Penulis bekerja.

Kardinal Diakon tampil ke Balkon, diiringi dengan tepukan tangan dan teriakan histeris hadirin yang dipenuhi dengan rasa ingin tahu, lalu mengumumkan nama Paus baru.

Adapun rumusan pengumuman itu adalah, "Annuntio vobis gaudium magnum: Habemus Papam!“. Artinya: Saya mengumumkan kepada anda kalian sebuah kegembiraan besar: Kita mempunyai seorang Paus!“

Kardinal Diakon dan kedua ajuda mundur, lalu tampillah Paus baru sambil menyalami hadirin dan pemirsan di seluruh dunia dengan gestikulasi tangan khas. Setelah masa redah, beliau menyalami umat dan dunia dan membawakan sebuah wejangan singkat.

Setelah melakukan perkenalan dan sambutan ini, beliau kembali ke Domus Sanctae Marthae, menghuni sebuah kamar khusus yang sudah disediakan sekitar satu minggu sambil menanti pemberesan dan adaptasi istana kepausan untuk Paus baru. Setelah pengumuman resmi ini, para Kardinal pemilih boleh kembali ke ritme dan model hidup normal.

Beberapa hari kemudian, sebuah Misa instalasi Paus baru akan dilaksanakan dan terbuka untuk umat. Pada saat itu umat dipenuhi kegembiraan sekaligus rasa ingin tahu tentang apa yang akan disampaikan Paus baru di dalam kotbahnya, yang umumnya sudah menyiratkan kiat, visi, misi dan harapannya serta apa yang akan dilakukan di masa-masa mendatang di dalam era kepemimpinannya.

Baca juga:

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1541451 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas