Paus Terpilih Cukup Meraih 77 Suara Kardinal

Rabu, 13 Maret 2013 01:37 WIB

Paus Terpilih Cukup Meraih 77 Suara Kardinal
Nicole Winfield/Associated Press
Para kardinal dari berbagai negara memasuki Vatican City untuk mengikuti sidang rahasia atau konklaf memilih pasu baru. Paus baru perlu dipilih untuk menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri 28 Februari lalu.

TRIBUNNEWS.COM, VATIKAN- Sebanyak 115 kardinal telah memasuki Kapel Sistine, sejak Selasa (12/3) waktu sore setempat atau larut malam Indonesia, untuk mengadakan sidang rahasia atau konklaf memilih paus baru. Para kardinal juga menggunakan metode demokrasi, yakni suara terbanyak. Namun bedanya, paus terpilih, yakni paus ke-266 harus meraih minimal 2/3 atau 77 dari 115 kardinal yang memiliki hak pilih.

Para kardinal, dijadwalkan mulai memberikan suara, Rabu (13/3/2013) pagi waktu setempat. Tak ada kandidat kuat dalam pemilihan ini. Pemilihan Paus tidak dilakukan dengan memunculkan kandidat, yang kemudian baru dipilih melalui pemungutan suara.

Tapi, setiap kardinal akan memberikan suara dengan mencantumkan kandidat pilihan masing-masing. Paus terpilih adalah bila dua pertiga kardinal yang berhak memberikan suara, memilih satu kandidat yang sama.

Karena tak adanya kandidat kuat dan sulitnya mendapatkan satu kandidat dengan dukungan dua pertiga kardinal pemilih, pemungutan suara dijadwalkan berlangsung empat kali dalam sehari. Yaitu dua kali pemungutan suara pada pagi hari dan dua kali pemungutan suara pada petang hari.

Prosesi pemungutan suara akan terus berlanjut sampai didapat angka minimal dua pertiga suara dari 115 kardinal pemilih yang mendukung satu kandidat, atau berarti kandidat terpilih butuh sekurangnya 77 suara pendukung. Bila pemungutan suara belum mendapatkan kandidat terpilih, dari dalam Kapel Sistina akan keluar asap berwarna hitam dari pembakaran kertas suara para kardinal.

Sebaliknya, bila pemungutan suara telah mendapatkan kandidat terpilih, asap putih akan menyiarkan kabar gembira tersebut. Tak ada cara komunikasi selain asap itu, yang diizinkan selama proses pemilihan Paus baru.

Data dan angka konklaf

Halaman
12
Editor: Domu D. Ambarita
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help