Kamis, 2 Juli 2015
Tribunnews.com

Rahasia dan Tata Cara Pemilihan Paus (3)

Kamis, 14 Maret 2013 01:07 WIB

Rahasia dan Tata Cara Pemilihan Paus (3)
Nicole Winfield/Associated Press
Para kardinal dari berbagai negara memasuki Vatican City untuk mengikuti sidang rahasia atau konklaf memilih pasu baru. Paus baru perlu dipilih untuk menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri 28 Februari lalu.

Catatan Pastor Markus Solo Kewuta SVD,

Sekretaris Desk Dialog Kristen-Muslim di Asia Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama dari Vatikan

Paus Baru Dibolehkan Menangis di Kamar Air Mata

DI berbagai sudut Vatikan sekitar 5.000 wartawan cetak dan elektronik sudah siap untuk memantau cerobong asap selama masa konklaf dan sesegera mungkin lenajutkan isyarat ini ke seluruh dunia. Ribuan umat yang menanti sehari-hari di Lapangan Santo Petrus juga akan mengarahkan pandangan hanya ke satu titik, yakni ke cerobong asap.

Seandainya sebuah putaran telah menghasilkan mayoritas yang dibutuhkan, artinya seorang Paus sudah terpilih, Kardinal Dekan menanyakan kepada yang bersangkutan dalam keadaan berdiri, apakah dia menerima pemilihan tersebut.

Ketika dia menjawab Ya sebagai tanda kesediaanya, kepadanya dilontarkan pertanyaan kedua: Apa nama yang digunakan sebagai Paus. Setelah memberikan jawaban kepada kedua pertanyaan ini dengan jelas, Paus baru dikenakan sebuah tanda khusus berupa sebuah pakaian kebesaran. Dulu, Paus terpilih dikenakan sebuah mahkota, tetapi tradisi ini sudah tidak berlaku lagi.

Setelah mengenakan pakaian khusus ini, Paus terpilih beranjak dari tempatnya menuju ke altar, di mana di depan altar tersebut sudah disediakan kursi khusus. Di hadapannya para Kardinal (saat itu berjumlah 115 orang) mengucapkan janji setia dan ketaatan mereka kepadanya. Setelah itu semua bertepuk tangan dan mengucapkan Selamat kepada Paus terpilih.

Halaman123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Domu D. Ambarita
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas