• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

PBB Atur Perdagangan Senjata Internasional

Selasa, 2 April 2013 14:30 WIB
PBB Atur Perdagangan Senjata Internasional
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Majelis Umum PBB diharapkan mengadopsi perjanjian global pertama, yang mengatur tentang perdagangan senjata konvensional, Selasa (2/4/2013).

Sebelumnya, sebanyak 193 negara anggota PBB gagal mencapai konsensus pada minggu lalu.

Setelah 10 hari terlibat pembicaraan yang alot, Pemerintah Iran, Suriah, dan Korea Utara pada Kamis pekan lalu, menolak kesepakatan bersama untuk mengatur industri perdagangan senjata, yang setiap tahunnya beromset 80 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan itu mendapat dukungan dari negara-negara Barat, Afrika, dan Amerika Latin. Sebanyak 63 negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Kenya, mengusulkan Majelis Umum melakukan pemungutan suara terhadap teks resolusi yang diblokir.

Jika diadopsi, perjanjian itu akan terbuka untuk ditandatangani. Pemungutan suara membutuhkan suara mayoritas sederhana, yang secara praktis menjamin penerapan kesepakatan itu. Sidang Majelis Umum akan dimulai pada pukul 14.00 waktu setempat.

Setelah diadopsi, setiap negara akan bebas menandatangani dan meratifikasi perjanjian itu. Perjanjian ini akan berlaku setelah ratifikasi ke-50, yang bisa memakan waktu hingga dua tahun.

Perjanjian bertujuan untuk memaksa negara-negara anggota PBB mengatur ekspor senjata. Mereka juga harus menilai, apakah senjata-senjata itu akan digunakan untuk melakukan genosida, kejahatan perang, dan teroris. (*)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1621132 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas