Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com
BBC

Ditemukan monumen batu di Laut Galilea

Kamis, 11 April 2013 14:49 WIB

Di dasar Laut Galilea inilah, para arkeolog menemukan struktur bebatuan yang mirip monumen.

Sebuah "monumen" raksasa berupa tumpukan batu ditemukan didasar Laut Galilea di Israel, yang sejauh ini masih menjadi teka-teki para arkeolog tentang tujuan serta berapa lama monumen itu dibangun

Struktur tumpukan batu misterius yang berbentuk kerucut ini di diperkirakan bertanya 60.000 ton, kata peneliti.

Adapun tinggi monumen batu ini lebih dari 10 meter dan memiliki diameter sekitar 70 meter.

Para peneliti mengatakan, batu-batu ini seperti ditumpuk begitu saja, namun mereka mengaku belum mengetahui tujuan di balik penumpukan batu-batu tersebut.

Struktur batu seperti ini juga dikenal di tempat lain di dunia yang kadang-kadang digunakan untuk menandai sebuah tempat pemakaman.

Monumen berupa struktur batu ini pertama kali diketahui pada musim panas 2003 lalu.

Para penyelam telah melakukan penelitian terhadap bebatuan di dasar Laut Galilea, Israel, dan hasilnya telah dimuat di edisi terbaru International Journal of Archaeology Nautical.

"Penyelidikan langsung ke bebatuan itu menunjukkan bahwa panjang batu ada yang mencapai 1 meter dengan pola konstruksi yang tidak sepenuhnya rapi," demikian temuan para peneliti, seperti ditulis di jurnal tersebut.

Mereka mengatakan, struktur bebatuan itu pasti buatan manusia dan mungkin dibangun di atas tanah, hanya kemudian terendam Laut Galilea setelah air laut mengalami kenaikan saat zaman es berakhir.

"Bentuk dan komposisi penumpukan batunya tidak alami. Karena itu kami menyimpulkan bahwa ini adalah buatan manusia," tulis para peneliti.

Berusia lebih 4000 tahun?

Para peneliti mengatakan, upaya penggalian masih diperlukan sehingga dapat menemukan artefak di sekitar situs untuk menentukan kepastian kapan monumen ini dibuat serta untuk melacak tujuannya.

Seorang peneliti, Yitzhak Paz, dari Israel Antiquities Authority dan Universitas Ben-Gurion meyakini bahwa kemungkinan monumen itu berusia lebih dari 4.000 tahun.

"Karena ada fenomena megalitik lainnya yang ditemukan di dekat monumen batu," kata Paz dalam wawancara dengan LiveScience.com.

Salah-satu situs zaman megalitik yang dimaksud adalah Khirbet Beteiha yang berada sekitar 30 kilometer dari struktur batu di bawah laut tersebut.

Apabila diyakini monumen itu berusia lebih dari 4.000 tahun, maka kemungkinan ini cocok dengan keberadaan sebuah kota kuno yang berdiri di situs tersebut, yang dahulu disebut "Bet Yerah" atau "Khirbet Kerak."

Selama masa-masa itu, kata Paz, kota tersebut merupakan salah-satu kota terbesar di di wilayah yang sekarang masuk wilayah Israel.

Lebih lanjut Paz mengatakan, dia berharap ada penelitian arkeologi bawah air untuk menggali struktur batuan tersebut serta artefak yang ditemukan di sekitarnya.

Menurutnya, ini diperlukan untuk memastikan usia struktur serta tujuan pembangunannya.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas