• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com
BBC

Rencana kurikulum matematika SD dkritik

Selasa, 16 April 2013 17:29 WIB
matematika

Pemahaman matematika dasar adalah kunci, kata yayasan amal tersebut

Rencana untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar Inggris dinilai akan memaksa murid belajar "terlalu banyak terlalu dini" dan dapat membuat banyak siswa "tertinggal", kata sebuah badan amal pemerhati pelajaran berhitung.

National Numeracy mengatakan rencana Menteri Pendidikan Michael Gove untuk membuat siswa mempelajari tabel perkalian, pembagian dan pecahan lebih dini adalah sesuatu yang "dangkal dan kaku."

Sebaliknya, murid harus diberikan waktu untuk memahami konsep dasar matematika.

Pemerintah sebelumnya mengatakan ingin menaikkan standar agar murid memiliki pengetahuan yang lebih maju.

Rancangan kurikulum utama matematika yang dijadwalkan akan diperkenalkan di sekolah-sekolah tahun depan berisi rencana agar siswa menghafalkan tabel perkalian hingga 12 pada usia sembilan, perkalian serta pembagian pecahan pada usia 11 dan mempelajari topik-topik seperti geometri, pembagian adat dan acak serta perkalian dan desimal.

Siswa juga diharapkan dapat mempelajari konsep pertambahan dan pengurangan hingga 20 pada usia tujuh tahun.

'Cacat serius'

National Numeracy mengatakan menyambut langkah pemerintah memprioritaskan matematika, tetapi juga memperingatkan bahwa proposal kurikulum itu memiliki "cacat serius" yang bertentangan dengan tujuan pemerintah.

Surat dari direktur yayasan itu Mike Ellicock pada Menteri Pendidikan mengatakan, "Kami percaya bahwa arah umum program studi itu akan membuat pencapaian tujuan-tujuan ini cenderung tidak akan berhasil."

Ia mengatakan semua siswa harus dibantu untuk membakukan dasar pemahaman matematika sejak usia dini.

Konsep dasar penambahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian dan bagaimana konsep-konsep itu saling terkait harus dipahami sebelum anak-anak dapat mempelajari matematika di tahap yang lebih rumit.

"Tanpa semua hal tersebut pendidikan matematika di masa depan akan menyakitkan dan tidak berarti, dan banyak siswa yang akan meninggalkan sekolah tanpa pengetahuan matematika yang memadai."

Ia juga mengakui bahwa para menteri memang memahami keprihatinan yayasan bahwa banyak orang dewasa yang tidak tahu cara berhitung, tetapi memperingatkan bahwa pendekatan baru ini tidak memberikan solusi baru.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas