• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com
BBC

Militer Pakistan bantu korban gempa

Rabu, 17 April 2013 13:39 WIB
korban gempa pakistan

Banyak korban di kawasan perbatasan Iran dan Pakistan.

Pakistan mengirimkan pasukan untuk membantu warga mereka yang terimbas gempa kuat di perbatasan tenggara Iran.

Gempa berkekuatan 7,8 skala richter, yang terkuat mengguncang Iran dalam 50 tahun terakhir, menyebabkan sedikitnya 40 tewas di provinsi Balochistan, Pakistan.

Media negara Iran mengatakan 27 orang di kawasan tersebut terluka, tetapi kedalaman gempa mencegah lebih banyak korban yang ditimbulkan.

Gempa kuat ini menguncang bangunan sampai dirasakan hinga India dan Negara Teluk.

Gempa terjadi di provinsi Iran, Sistan Baluchistan sekitar pukul 15:14 waktu setempat Selasa kemarin dekat dengan kota Khash, dengan populasi 180.000 jiwa dan kota Saravan, dimana 250.000 orang tinggal.

Gempa dalam

Kedalaman gempa berada sekitar 95km sehingga tidak banyak korban yang ditimbulkan.

"Pusat gempa berada di gurun, dan tidak dikelilingi oleh kawasan berpenduduk. Tidak ada korban di kota sekitar pusat gempa,'' kata petugas pusat krisis Iran, Morteza Akbarpour, dikutip kantor berita Isna.

Sementara kantor berita Fars mengatakan kedalam gempa mengurangi dampak kekuatan menjadi 4 skala richter di permukaan.

Semua saluran komunikasi di kawasan tersebut terputus dan Bulan Sabit Iran mengatakan telah mengirim 20 tim pencari dan penyelamat ke kawasan gempa.

Bagaimanapun, korban kemudian mengemuka di Pakistan, kebanyakan di distrik Mashkel, Balochistan.

Badan Manajemen Bencana Pakistan mengatakan lebih dari 200 orang terluka akibat gempa.

Petugas mengatakan banyak rumah yang ambruk dan pasukan militer kini dikirim untuk menolong upaya bantuan.

Dua helikopter militer membawa tim medis dan akan mendukung kerja pasukan, katanya.

"Korban tewas diperkirakan lebih dari 40, termasuk perempuan dan anak-anak,'' kata petugas setempat kepada AFP.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengeluarkan pernyataan yang menyebut PBB siap membantu ''jika diminta'' dan AS juga menawarkan bantuan.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1679821 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas