• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com
BBC

Bangunan runtuh di Bangladesh, puluhan tewas

Rabu, 24 April 2013 14:57 WIB
Dhaka building collapse

Petugas belum mengetahui penyebab runtuhnya bangunan berlantai delapan di Dhaka.

Petugas penyelamat mengatakan setidaknya 30 orang tewas dan ratusan lainnya dikhawatirkan terjebak di bawah sisa bangunan berlantai delapan yang runtuh di Dhaka, Bangladesh.

Sejumlah upaya dilakukan untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Selain korban tewas, petugas memperkirakan sekitar 200 orang mengalami luka akibat peristiwa ini.

Proses evakuasi dan penyelamatan korban di gedung yang terletak di pinggiran kota Dhaka, Rabu 24 April, juga melibatkan tentara.

Kasus bangunan runtuh di Bangladesh bukanlah hal baru karena banyak bangunan lebih dari satu lantai yang didirikan tanpa mengindahkan peraturan.

Bangunan delapan lantai yang roboh ini merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan sejumlah kegiatan ekonomi seperti pabrik pakaian, bank, dan sejumlah toko.

Penyebab belum diketahui

Bangunan itu runtuh pagi hari saat jam sibuk di kawasan tersebut.

Saat ini banyak warga yang berkumpul di sekitar lokasi untuk mencari tahu kabar kerabat ataupun teman mereka.

Wartawan BBC di Dhaka, Anbarasan Ethirajan, mengatakan masih belum jelas penyebab runtuhnya bangunan tersebut namun sejumlah media lokal mengatakan keretakan pada bangunan sudah terdeteksi sejak hari Selasa kemarin.

Sementara itu polisi, seperti dikutip oleh media lokal, mengatakan awalnya hanya bagian belakang bangunan itu yang runtuh namun tiba-tiba dalam waktu singkat seluruh bangunan tersebut runtuh dan hanya menyisakan pilar utama serta dinding bagian depan saja.

Kasus runtuhnya bangunan yang menewaskan banyak korban jiwa terakhir terjadi pada tahun 2010 lalu, ketika sebuah bangunan berlantai empat di Dhaka runtuh dan menewaskan 25 orang serta melukai sejumlah warga lainnya.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
0 KOMENTAR
1707341 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas