Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Hizbullah Ancam Turun Tangan dalam Perang Suriah

Kamis, 2 Mei 2013 16:12 WIB

Hizbullah Ancam Turun Tangan dalam Perang Suriah
IST
Anggota Hizbullah

TRIBUNNEWS.COM, DAMASKUS - Kelompok milisi Hizbullah, Libanon mengancam campur tangan dalam perang sipil Suriah, jika ada gerakan untuk menjatuhkan rezim Presiden Suriah, Bashar al Assad yang didalangi oleh Amerika Serikat (AS), Israel atau ekstremis lainnya.

Kelompok Syiah radikal, yang dicap sebagai organisasi teroris oleh AS dan Israel itu mengatakan langkah itu dilakukan hanya untuk melindungi Libanon dan kuil suci Syiah dari peperangan.

Namun dalam sebuah laporan intelijen bulan lalu, Hizbullah dikabarkan sudah menurunkan milisinya untuk memerangi kelompok pemberontak Suriah dekat perbatasan Libanon.

Di hari Selasa, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan pihaknya bisa meningkatkan kehadirannya di Suriah.

"Suriah memiliki teman sejati di kawasan dan dunia. Dan mereka tidak akan pernah membiarkan Suriah jatuh ke tangan Amerika Serikat, Israel atau kelompok-kelompok ekstremis. Mereka tidak akan membiarkan hal itu. Anda mungkin bertanya bagaimana ini akan terjadi. Rincian akan datang kemudian," kata Nasrallah seperti dikutip Tribunnews.com, dari CNN, Rabu (2/5/2013).
 
Ia juga menyatakan keprihatinan bahwa beberapa ekstrimis Sunni mencoba untuk menghancurkan kuil suci Syiah di Suriah.

Salah satu kuil yang paling penting adalah Sayida Zeinab, yang dipercaya merupakan rumah makam cucu Nabi Muhammad, Zeinab.(cnn)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Johnson Simanjuntak
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas