Senin, 30 Maret 2015
Tribunnews.com
BBC

Kriminal curi US$45 juta dengan 'menguras' ATM

Jumat, 10 Mei 2013 11:48 WIB

Pelaku kriminal di dunia maya mencuri US$45 juta dengan meretas database kartu debit dan menguras mesin uang tunai di beberapa negara di dunia.

Tujuh tersangka telah didakwa di New York terkait pencurian yang terjadi di 26 negara tersebut, termasuk Indonesia. Sementara tersangka kedelapan diperkirakan telah dibunuh di Republik Dominika pada April lalu.

Jaringan ini menggunakan kartu palsu dengan target bank-bank di Uni Emirat Arab dan Oman, demikian menurut dokumen pengadilan di Amerika Serikat.

Jaksa mengatakan lembaga penegak hukum di Jepang, Kanada, Inggris, Rumania dan 12 negara lain ikut serta dalam investigasi ini.

Penangkapan tersangka sudah dilakukan di negara lain meskipun detailnya tidak diumumkan.

"Para terdakwa dan rekan-rekan konspirator mereka berpartisipasi dalam pencurian bank di abad ke 21 yang menjangkau internet dan jaringan di seluruh dunia," kata Loretta Lynch, Jaksa AS untuk Distrik Timur New York, dalam pernyataannya.

"Pada sebuah tempat yang menggunakan senjata dan penutup kepala, pelaku kriminal dunia maya ini menggunakan laptop dan internet."

Mencuci uang

Para anggotanya diduga meretas sistem komputer untuk mencuri data pada kartu debit prabayar. Kartu-kartu tersebut sebelumnya memuat informasi uang, bukan berkaitan dengan rekening bank atau jalur kredit.

Pelaku kriminal lantas membatalkan batas penarikan dan informasi tersebut didistribusikan kepada kaki tangan yang disebut sebagai cashers di seluruh dunia.

Cashers kemudian memuat data curian tersebut dalam kartu lain yang memiliki strip magnetik seperti kartu diskon dan kartu hotel.

Halaman12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas