Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com
BBC

Filipina minta maaf tembak nelayan Taiwan

Rabu, 15 Mei 2013 08:07 WIB

Taiwan

Kapal nelayan Taiwan membawa empat awak, termasuk Hung Shih-cheng dan putranya.

Filipina meminta maaf kepada Taiwan atas insiden penembakan nelayan Taiwan oleh penjaga pantai Filipina.

Menteri Luar Negeri Taiwan, David Lim, mengatakan permintaan maaf atas insiden Kamis 9 Mei itu disampaikan dalam pertemuan di Taipei dengan duta besar Filipina, Antonio Basilio.

"Filipina sudah menyampaikan tanggapan yang positif atas tuntutan kami," tutur Lim kepada para wartawan selepas pertemuan dengan Basilio.

Ditambahkan bahwa Filipina akan mengirim utusan ke keluarga Hung Shih-cheng untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Amadeo R Perez Jr, yang menjabat Ketua Kantor Kebudayaan dan Perekonomian Filipina, juga akan memberikan bantuan keuangan kepada keluarga nelayan yang berusia 65 tahun tersebut.

Pernyataan maaf Filipina disampaikan beberapa hari setelah Taiwan menyampaikan protes dan menuntut penjelasan serta permintaan maaf.

Kawasan sengketa

Penjaga pantai Filipina mengatakan menembak kapal nelayan Taiwan karena memasuki wilayah perairan Filipina di Selat Bashi. Sebuah penyelidikan bersama sudah digelar untuk memastikan lebih lanjut insiden tersebut.

"Penjaga pantai Filipina mengakui melepas tembakan yang menewaskan seorang nelayan namun mengklaim tindakan itu sebagai bela diri karena kapal Taiwan itu akan menabrak mereka," tutur Basilio.

Lokasi insiden penembakan berada di kawasan Laut Cina Selatan yang masih menjadi sengketa antara Cina, Taiwan, Filipina, Malaysia, Vietnam dan Brunei.

Taiwan sempat mengerahkan kapalnya untuk melindungi kapal-kapan nelayan Taiwan. Laporan-laporan menyebutkan kapal yang membawa Hung Shih-cheng dan tiga nelayan lain, termasuk seorang putranya, ditembaki dengan lebih dari 50 peluru.

Insiden ini sempat memicu unjuk rasa di Taiwan pada awal pekan ini. Ratusan nelayan membakar bendera Filipina dan melempari telur ke kantor kedutaan Filipina di Taipei.

Presiden Filipina, Benigno Aquino, sudah meminta agar semua pihak tenang dan menjamin akan melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini.

Sekitar 80.000 lebih warga Filipina bekerja di Taiwan dan sebagian besar di sektor manufaktur yang memproduksi barang ekspor.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas