Rekam Bagian Intim Perempuan Kemudian Dijual ke Penyuka Film Porno

Rabu, 15 Mei 2013 18:19 WIB

Rekam Bagian Intim Perempuan Kemudian Dijual ke Penyuka Film Porno
Flickr
ILUSTRASI

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Di dunia kejahatan Jepang, penjualan film porno sangat menguntungkan. Termasuk di antaranya kamera intip yang dipasang kalangan Yakuza di beberapa tempat umum, misalnya kamar pas pakaian umum, toilet umum dan sebagainya.

Polisi perfektur Osaka misalnya, 12 November 2012 mengumumkan kepada pers, telah memenjarakan seorang karyawan perusahaan yang memasang secara ilegal kamera pengintip di sebuah toilet umum di Osaka.

Toshiyuki Morikawa (26) ungkap polisi Osaka, ditangkap disebuah supermarket tanggal 2 Agustus 2012 karena dianggap melanggar UU Anti Gangguan Masyarakat melakukan pemasangan ilegal kamera intip di sebuah toilet umum.

Morikawa tinggal di kota Kodama, Osaka, terkait beberapa foto ilegal yang diambilnya, "Saya senang melakukan pemotretan gelap seperti intipan tersebut," paparnya ditirukan polisi saat pengakuannya kepada polisi.

Di supermarket tersebut, dia memasang kamera intip tersembunyi di sebuah kamar kecil wanita. Setelah rumahnya digerebek polisi, akhirnya menemukan film porno hasil rekaman intipan kamera gelap tersebuh menjadi film sepanjang 36 jam dan melibatkan sedikitnya 2.000 wanita yang diabadikan film intip tersebut.

Kamera menggunakan super angle sehingga bisa meliput semua area toilet meskipun sempit. Menurut polisi satu jam filmnya dijual seharga 10.000 yen atau sekitar 948 ribu (kurs Rp 94 per yen) dan selama ini Morikawa telah mengumpulkan uang sebesar 4,5 juta yen atau sekitar 426 juta selama dua tahun.

Halaman
12
Editor: Widiyabuana Slay
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help