• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Rekam Bagian Intim Perempuan Kemudian Dijual ke Penyuka Film Porno

Rabu, 15 Mei 2013 18:19 WIB
Rekam Bagian Intim Perempuan Kemudian Dijual ke Penyuka Film Porno
Flickr
ILUSTRASI

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Di dunia kejahatan Jepang, penjualan film porno sangat menguntungkan. Termasuk di antaranya kamera intip yang dipasang kalangan Yakuza di beberapa tempat umum, misalnya kamar pas pakaian umum, toilet umum dan sebagainya.

Polisi perfektur Osaka misalnya, 12 November 2012 mengumumkan kepada pers, telah memenjarakan seorang karyawan perusahaan yang memasang secara ilegal kamera pengintip di sebuah toilet umum di Osaka.

Toshiyuki Morikawa (26) ungkap polisi Osaka, ditangkap disebuah supermarket tanggal 2 Agustus 2012 karena dianggap melanggar UU Anti Gangguan Masyarakat melakukan pemasangan ilegal kamera intip di sebuah toilet umum.

Morikawa tinggal di kota Kodama, Osaka, terkait beberapa foto ilegal yang diambilnya, "Saya senang melakukan pemotretan gelap seperti intipan tersebut," paparnya ditirukan polisi saat pengakuannya kepada polisi.

Di supermarket tersebut, dia memasang kamera intip tersembunyi di sebuah kamar kecil wanita. Setelah rumahnya digerebek polisi, akhirnya menemukan film porno hasil rekaman intipan kamera gelap tersebuh menjadi film sepanjang 36 jam dan melibatkan sedikitnya 2.000 wanita yang diabadikan film intip tersebut.

Kamera menggunakan super angle sehingga bisa meliput semua area toilet meskipun sempit. Menurut polisi satu jam filmnya dijual seharga 10.000 yen atau sekitar 948 ribu (kurs Rp 94 per yen) dan selama ini Morikawa telah mengumpulkan uang sebesar 4,5 juta yen atau sekitar 426 juta selama dua tahun.

Semua korban tidak ada yang tahu kalau diabadikan dalam film gelap tersebut, papar polisi. Bahkan film-film tersebut masuk ke internet sehingga dilihat oleh banyak orang secara terbuka.

Wanita memang rawan untuk tempat umum seperti toilet dan eskalator, tangga berjalan, seringkali diabadikan ilegal untuk mengintip celana dalam wanita atau bra wanita. Lalu film tersebut dijual.

Kamera dengan lensa sebesar biji kacang hijau tersebut memiliki peliputan sangat luas dan tajam, jelas, mirip seperti kamera spy. Semua itu umumnya dilakukan kalangan Yakuza untuk meningkatkan jumlah pendapatan uang dari penjualan film porno termasuk dari situs-situs porno di internetnya.

Dari sana, masyarakat akan terkena juga penggunaan kartu kredit secara ilegal, karena saat membuka film porno harus bayar pakai kartu kredit sehingga pemilik situs biasanya tahu data lengkap kartu kredit kita, si penonton film porno di internet.

Hati-hatilah terhadap kartu kredit kita semua terutama bagi penggemar nonton film porno di internet yang berlangganan dengan menggunakan kartu kredit.

Info lengkap Yakuza silakan klik www.yakuza.in

Editor: Widiyabuana Slay
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas