• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Tentara Inggris dipenggal, Warga Muslim London Angkat Bicara

Kamis, 23 Mei 2013 11:44 WIB
Tentara Inggris dipenggal, Warga Muslim London Angkat Bicara
DAILY MAIL
Bunga diletakkan di deket lokasi pemenggalan kepala tentara Inggris yang dilakukan dua pria berkulit hitam di wilyah Royal Artillery Barracks, Woolwich, London selatan, sebuah kawasan kelas pekerja dan memiliki sejarah panjang terkait militer, Rabu (22/5/2013) waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM - Dua pelaku pemenggalan seorang tentara Inggris di saat jam sibuk di wilyah Royal Artillery Barracks, Woolwich, London selatan, sebuah kawasan kelas pekerja dan memiliki sejarah panjang terkait militer, Rabu (22/5/2013) waktu setempat, sempat meneriakkan Allahu Akbar ketika memenggal kepala korban.

Ahmed Jama, yang tinggal di Woolwich, mengatakan pemenggalan itu tak ada kaitannya dengan Islam. "Ini tak ada kaitannya dengan agama kami. Tak ada hubungannya dengan Allah," ujarnya, seperti dikutip Reuters. Pria berusia 26 tahun itu meletakkan rangkaian bunga di lokasi tempat pembantaian itu sebagai tanda penghormatan.

Kejadian ini sungguh memilukan," ujarnya, lagi. Kota London mendapat serangan serius kelompok militan terakhir kali pada Juli 2005 ketika kelompok teroris meledakkan bom di sarana transportasi yang menewaskan 52 orang dan melukai ratusan lainnya. Dua pekan kemudian serangan kembali terjadi namun berhasil digagalkan.

Kepala anti-terorisme Inggris baru-baru ini memperingatkan sejumlah individu yang disebutnya serigala satu-satunya dan tidak terkait Al Qaida akan memberikan ancaman besar. Serangan bom terjadi di Boston saat acara lari maraton yang dilakukan dua bersaudara. Sebutan "lone wolf" ini akhirnya menjadi serangan paling membahayakan bagi negara-negara Barat.

Inggris terlibat dalam sejumlah perang di antaranya di Afganistan dan Irak dalam satu dekade terakhir dan menimbilkan kemarahan bagi umat Muslim di Inggris dan kemudian tentara yang bertugas menjadi sasaran saat mereka kembali bertugas.

Pihak kepolisian Inggris sudah menggagalkan setidaknya dua kali serangan yang diduga dilakukan kelompok militan Islam yang berusaha membunuh tentara yang sedang tidak bertugas.

Penulis: Widiyabuana Slay
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas