Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com
BBC

Hisbullah janjikan kemenangan di Suriah

Minggu, 26 Mei 2013 10:26 WIB

nasrallah

Pemimpin Hisbullah, Hassan Nasrallah mengatakan kemenangan kelompok perlawanan di Suriah akan menjadi malapetaka.

Pemimpin kelompok militan Hisbullah di Libanon, Hassan Nasrallah menjanjikan kepada pendukungnya bahwa mereka akan meraih kemenangan dalam mendukung pasukan Presiden Bashar al-Assad di Suriah.

"Pertempuran ini adalah milik kita...dan Saya menjanjikan kepada kalian sebuah kemenangan," kata Hassan Nasrallah dalam pidato di televisi.

Sebelumnya pasukan perlawanan yang tengah terkepung di kota Qusair mengatakan mereka terus dihujani serangan bom oleh pejuang Hisbullah.

Kota Qusair sendiri terletak di dekat perbatasan dengan Libanon dan menjadi kota strategis baik bagi tentara perlawanan maupun pemerintah untuk memperoleh bantuan senjata.

Dalam pidato yang disampaikan dari sebuah lokasi yang dirahasiakan, Nasrallah mengatakan jika kelompok Islam Suni berhasil menguasai Suria maka mereka akan menjadi ancaman bagi populasi warga Libanon -yang terdiri dari kelompok Syiah, Suni dan Kristen.-

Dia mengatakan pasukannya tidak mungkin bisa beraksi bersama dengan kelompok perlawanan yang didukung oleh AS dan Israel.

Belasan pasukan Hizbullah dilaporkan telah tewas saat membantu tentara Suriah yang bertempur sejak 19 Mei lalu di Qusair.

Senjata berat

Pemerintah Suriah memang terus melakukan serangan ke kota tersebut untuk kembali menguasai wilayah yang didudukki kelompok perlawanan.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan ribuan pejuang Hizbullah telah berkontribusi secara signifikan dalam kekerasan yang terjadi di Suriah.

Kerry juga menambakan Iran secara aktif ikut membantu keterlibatan Hizbullah- tuduhan yang sebelumnya telah dibantah oleh Iran.

Sejumlah aktivis mengatakan pertempuran panjang selama pekan ini terjadi Qusair dan instensitasnya mulai meningkat pada hari Sabtu lalu.

Serangan kekota itu menurut keterangan mereka melibatkan sejumlah senjata dan bom berat seperti dua rudal dari darat ke darat, serangan udara, artileri dan roket.

Media milik pemerintah Suriah mengatakan serangan tersebut telah menewaskan anggota kelompok perlawanan dalam jumlah besar.

Sementara kelompok pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan data terakhir menunjukan setidaknya ada 22 orang termasuk 18 anggota perlawanan yang tewas dalam pertempuran di Qusair.

The Syrian Observatory for Human Rights, a UK-based activist group that monitors the conflict, said at least 22 people including 18 rebels had been killed in the latest fighting in Qusair. Dozens had been wounded, it added.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas