• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com
BBC

Petugas selamatkan bayi yang dibuang di pipa pembuangan

Selasa, 28 Mei 2013 15:00 WIB
bayi dibuang di pipa

Petugas berupaya menyelamatkan sang bayi dari pipa pembuangan yang kotor.

Warga penghuni apartemen mengetahui adanya bayi di saluran pembuangan setelah sebelumnya mendengar ada suara tangis bayi.

Mereka kemudian memanggil petugas penyelamat untuk membantu evakuasi dan menyelamatkan bayi tersebut.

Para petugas penyelamat yang datang ke apartemen itu berupaya untuk menarik keluar sang bayi dari pipa tersebut namun gagal dan kemudian mereka memotong bagian pipa tempat bayi itu berada.

Potongan pipa yang berisi bayi itu kemudian di bawa ke rumah sakit dan kemudian secara hati-hati dokter serta petugas pemadam kebakaran mengeluarkan bayi yang diperkirakan baru berusia beberapa hari itu.

Harian China Daily mengatakan bayi tersebut saat ditemukan berada dalam pipa yang memiliki diameter 10cm.

Kecam orang tua bayi

Laporan sejumlah media lokal menyebutkan bahwa bayi tersebut sekarang berada dalam kondisi stabil dan petugas kepolisian saat ini sedang mencari orang tua bayi tersebut.

Peristiwa ini telah mengundang banyak kecaman di situs jejaring sosial Cina, Weibo.

"Orang tua yang melakukan ini hatinya lebih kotor dari saluran pipa pembuangan," kata salah satu pemilik akun di Webo seperti dikutip oleh kantor berita Reuters.

Cina saat ini dikenal sebagai negara yang punya kebijakan keluarga berencana secara ketat.

Mereka menerapkan kebijakan satu anak selama lebih dari satu dekade.

Di saat yang sama secara tradisional ada kecenderungan sebagaian keluarga lebih tertarik memiliki bayi laki-laki ketimbang perempuan.

Bayi yang lahir diluar nikah juga kadang ditolak dan sejumlah pasangan juga akan dikenai denda jika melanggar kebijakan satu anak di Cina.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
0 KOMENTAR
1839441 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas