Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Usai Kecelakaan di Kupang, Pesawat MA-60 Juga Tergelincir di Myanmar

Selasa, 11 Juni 2013 01:32 WIB

Usai Kecelakaan di Kupang, Pesawat MA-60 Juga Tergelincir di Myanmar
net
Pesawat Merpati MA-60

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah di Bandar Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, satu lagi pesawat terbang MA60 buatan China juga mengalami kecelakaan di Myanmar, Senin (10/6/2013) siang waktu setempat. Pesawat turboprop ini overshoot ketika melakukan pendaratan, terhenti di luar bandara setelah menabrak semak belukar.

The Aviation Herald, Senin malam, melaporkan pesawat terbang bernomor registrasi XY-AIP dan nomor penerbangan UB-309 terbang dari Bandar Udara Mawlamyine ke Bandar Udara Kawthaung, di Myanmar. Seluruh kursi di kabin, 60 kursi, terisi.
 
MA60 buatan Xian Aircraft Industrial Corporation tersebut mendarat di landasan pacu 020 Bandar Udara Kawthaung, pada pukul 13.05 waktu setempat, meluncur begitu saja tanpa bisa dikendalikan. Pesawat berhenti setelah menabrak semak belukar dan pepohonan kecil, 60 meter dari ujung landasan.

Tidak ada korban jiwa dari kecelakaan itu, tetapi baling-baling kedua mesinnya dilaporkan hancur. Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan memiliki jarak pandang sekitar 20 kilometer, angin kecepatan sedang (kurang dari tiga knot per jam) dari arah barat daya, berawan sebagian, dan temperatur udara sekitar 32 derajat celsius.

Kecelakaan MA-60 yang lain

Pada 16 Mei 2013, MA-60 Myanmar Airways terbang dari Bandar Udara Heho ke Monghsat, di negara itu, overshoot saat mendarat. Dua orang luka serius, dan terjadi kerusakan besar pada pesawat. Diduga MA-60 mengalami malafungsi rem.

Di Indonesia, kecelakaan MA-60 paling tragis terjadi pada 7 Mei 2011. Saat itu pesawat PK-MKZ bernomor penerbangan MZ8968 dari Bandar Udara Sorong kehilangan ketinggian dan jatuh bebas di laut, hanya 500 meter menjelang landasan pacu Bandar Udara Kaimana, Papua.
 
Kondisi cuaca dalam penerbangan yang menewaskan dua pilot, dua awak kabin, dan seorang juru teknik penerbangan, serta 21 pemakai jasanya, itu diketahui buruk dengan visibilitas sangat terbatas. Setelah laporan KNKT secara resmi diberikan kepada otoritas penerbangan nasional, pesawat terbang rancangan Lu Hai, seorang ahli rancang bangun pesawat terbang berkewarganegaran China itu, ditetapkan dalam status grounded alias didaratkan, tidak boleh dioperasikan.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Kompas.com
BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas