• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribunnews.com
BBC

Perekonomian Cina melambat

Kamis, 20 Juni 2013 15:10 WIB
china manufakture

Sektor manufaktur dan ekspor berperan penting dalam ekonomi Cina.

Aktivitas manufaktur Cina di bulan Juni melemah menyusul penurunan angka permintaan dalam sembilan bulan terakhir, demikian hasil kajian HSBC.

Indeks Pembelian, PMI, turun menjadi 48,3 dari 49,2 di bulan Mei. Angka di bawah 50 ini menunjukkan adanya kontraksi.

Data ini mengemuka di tengah kekhawatiran terkait kesehatan ekonomi Cina yang selama ini menjadi negara ekonomi kedua terbesar dunia.

Diantara sejumlah kekhawatiran yang diungkapkan para pengamat, juga terdapat kekhawatiran bahwa penurunan ini disebabkan oleh melemahnya permintaan dari pasar kunci Cina di AS dan Eropa yang mempengaruhi sektor ekspor.

Qu Hongbin, kepala ekonom Cina di HSBC mengatakan sektor ini ''terbebani oleh memburuknya permintaan eksternal'' termasuk ''permintaan domestik yang moderat''.

Reformasi ekonomi

Pekan lalu, Bank Dunia juga telah menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Cina menjadi 7,7% dari sebelumnya 8,4% pada tahun 2013 ini.

Prediksi diturunkan setelah manufaktur dan ekspor dalam tiga bulan terakhir berada di bawah harapan.

Tetapi, pemimpin Cina saat ini menunjukkan toleransi atas penurunan pertumbuhan dibandingkan penguasa sebelumnya.

Pasca krisis keuangan global pada 2008-2009 lalu Cina mengeluarkan sejumlah stimulus besar dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tetapi kali ini, belum ada stimulus dalam skala besar yang dikeluarkan.

"Beijing memilih untuk menggunakan reformasi ketimbang stimulus untuk mempertahankan pertumbuhan. Karena reformasi dianggap lebih bisa meningkatkan prospek pertumbuhan dalam jangka panjang, tetapi hanya memberi dampak terbatas di masa pendek,'' kata Qu.

Bagaimanapun, sejumlah pengamat mengatakan akibat penurunan ekonomi, Beijing sepertinya akan mengambil sejumlah langkah untuk menopang pertumbuhan.

''Kami perkirakan Bank Sentral Cina akan mengeluarkan kebijakan untuk meringankan kondisi moneter dalam waktu dekat,'' kata Dariusz Kowalczyk, ekonomi senior di Credit Agricole-CIB, Hong Kong.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
0 KOMENTAR
1930361 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas