Selasa, 25 November 2014
Tribunnews.com
ABC

Edward Snowden minta suaka di Rusia

Selasa, 2 Juli 2013 12:46 WIB

Setelah seminggu terkatung-katung di sebuah bandara Moskow, whistleblower Edward Snowden dilaporkan telah meminta suaka politik di Rusia.

Snowden tadinya diduga berusaha untuk pergi ke Ekuador, tapi seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, mantan karyawan kontrak intelijen Amerika itu telah meminta suaka di Rusia.

Pejabat itu mengatakan, permintaan diajukan pada Minggu malam waktu setempat. Dilaporkan bahwa Snowden menyerahkan daftar 15 negara kemana ia ingin meminta suaka.

Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin mengatakan, Snowden dapat tinggal di Rusia tapi dengan syarat ia berhenti membocorkan rahasia apa yang dinamakan Putin 'mitra-mitra Amerika kami'.

Namun Putin mengatakan, ia menduga Snowden tidak akan berhenti membocorkan rahasia, karena 'ia merasa dirinya sebagai seorang aktivis hak asasi manusia'.

Pemerintah Ekuador, kemana Snowden diketahui meminta suaka, mengatakan, nasib Snowden kini berada di tangan Rusia karena Ekuador tidak dapat mempertimbangkan permintaannya sampai ia tiba di Ekuador atau salah-satu kedutaannya.

Paspor Snowden sudah dicabut dan negara-negara di seluruh dunia mendapat tekanan dari Washington untuk tidak memberinya suaka.

Putin, berbicara delapan hari setelah Snowden tiba di bandara Sheremetyevo di Moskow, menegaskan, Rusia tidak berniat menyerahkannya kepada Amerika Serikat, dimana ia menghadapi tuduhan spionase.

ABC/Reuters

BBC

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas