BBC

Harimau Leuser menjauh, korban selamat

Empat korban yang terperangkap di atas pohon di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh selamat setelah harimau yang mengancam mereka menjauh.

Lima warga yang dikabarkan sebagai pencari kayu di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan terperangkap di atas pohon akibat kejaran harimau sejak Kamis (04/07), selamat.

Para korban diselamatkan setelah sebuah tim yang terdiri dari puluhan orang termasuk polisi, petugas SAR dan tiga pawang harimau dikirim ke lokasi di tengah hutan di TNGL pada Minggu (07/07) pagi.

Tak dijelaskan bagaimana akhirnya harimau yang mengancam para korban itu diusir dari pohon tempat para korban menyelamatkan diri, namun menurut berita yang diterima Kepala Balai Besar TNGL, Andi Basrul, korban kini dalam proses evakuasi menuju Desa terdekat di Trenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Kami dapat kabar melalui telepon yang terputus-putus dari pawang tadi pagi, harimau sudah menjauh," kata Andi kepada wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri.

Melalui komunikasi singkat itu, menurut Andi, juga diperoleh berita bahwa jumlah korban selamat mencapai lima orang dengan satu korban tewas akibat diterkam harimau.

Masih belum jelas juga bagaimana kelima warga naas ini masuk ke dalam hutan dan akhirnya diserbu harimau.

Kasus yang melibatkan serangan harimau di sekitar kampung di kaki Gunung Leuser menurut balai Besar TNGL sangat kerap terjadi kebanyakan karena ada harimau yang masuk wilayah desa.

Dalam berbagai kasus ini biasanya harimau diusir dengan menggunakan jasa pawang, dan tindakan pembiusan baru dilakukan jika pawang gagal menjalankan tugasnya.

Paling bahaya

Kabar senada juga diterima oleh pegiat Yayasan Leuser Internasional, Jamal Gayo, yang menyebut mendapat informasi dari sejumlah petugas dan warga kampung terdekat tentang penyelamatan para korban.

"Kita belum tahu tentang kondisi para korban, tetapi kita bisa bayangkan mereka sekarang sangat lemah karena tiga hari tak makan minum, juga trauma dan shocked (terpukul) melihat sendiri teman mereka diterkam harimau," kata Jamal.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
BBC
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help