• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com
BBC

Harimau Leuser menjauh, korban selamat

Senin, 8 Juli 2013 17:19 WIB
Harimau Sumatra

Harimau Sumatera banyak jadi sasaran perburuan untuk dikeringkan sebagai hiasan.

Lima warga yang dikabarkan sebagai pencari kayu di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan terperangkap di atas pohon akibat kejaran harimau sejak Kamis (04/07), selamat.

Para korban diselamatkan setelah sebuah tim yang terdiri dari puluhan orang termasuk polisi, petugas SAR dan tiga pawang harimau dikirim ke lokasi di tengah hutan di TNGL pada Minggu (07/07) pagi.

Tak dijelaskan bagaimana akhirnya harimau yang mengancam para korban itu diusir dari pohon tempat para korban menyelamatkan diri, namun menurut berita yang diterima Kepala Balai Besar TNGL, Andi Basrul, korban kini dalam proses evakuasi menuju Desa terdekat di Trenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

"Kami dapat kabar melalui telepon yang terputus-putus dari pawang tadi pagi, harimau sudah menjauh," kata Andi kepada wartawan BBC Indonesia, Dewi Safitri.

Melalui komunikasi singkat itu, menurut Andi, juga diperoleh berita bahwa jumlah korban selamat mencapai lima orang dengan satu korban tewas akibat diterkam harimau.

Masih belum jelas juga bagaimana kelima warga naas ini masuk ke dalam hutan dan akhirnya diserbu harimau.

Kasus yang melibatkan serangan harimau di sekitar kampung di kaki Gunung Leuser menurut balai Besar TNGL sangat kerap terjadi kebanyakan karena ada harimau yang masuk wilayah desa.

Dalam berbagai kasus ini biasanya harimau diusir dengan menggunakan jasa pawang, dan tindakan pembiusan baru dilakukan jika pawang gagal menjalankan tugasnya.

Paling bahaya

Kabar senada juga diterima oleh pegiat Yayasan Leuser Internasional, Jamal Gayo, yang menyebut mendapat informasi dari sejumlah petugas dan warga kampung terdekat tentang penyelamatan para korban.

"Kita belum tahu tentang kondisi para korban, tetapi kita bisa bayangkan mereka sekarang sangat lemah karena tiga hari tak makan minum, juga trauma dan shocked (terpukul) melihat sendiri teman mereka diterkam harimau," kata Jamal.

Jamal memperkirakan butuh waktu hingga besok pagi untuk mengangkut para korban dan satu jenazah ke desa terdekat, akibat kondisi fisik mereka yang parah.

Dalam kondisi normal lokasi kejadian di jantung hutan TNGL dapat dijangkau dengan enam jam berjalan kaki dari desa terdekat.

Kabar tentang warga yang terperangkap di atas pohon ini mulai ramai diberitakan Jumat, sehari setelah para korban masuk hutan.

Sejumlah media lokal di Aceh dan Medan menyebut mereka adalah pencari kayu gaharu namun menurut Jamal muncul pula berita bahwa di dekat para korban terdapat perangkap harimau.

"Apalagi kita dengar ada bangkai anak harimau di dekat lokasi. Wah harimau itu paling bahaya ganas dan sensitif untuk urusan menjaga bayinya," kata Jalal.

Hutan Leuser yang sebagian perawan menurut Jamal menjadi salah satu habitat alami macan Sumatera yang paling baik saat ini dan karena itu kerap menjadi sasaran pemburu.

"Kita belum tahu siapa sebenarnya para korban ini, tetapi ini bukan pertama kalinya ada orang mengklaim mencari kayu gaharu tetapi ternyata ditemukan membawa perangkap harimau juga," tambahnya.

Andi Basrul dari Balai Besar TNGL juga menyatakan insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi para perambah hutan agar tak main-main mengambil kayu dan benda bernilai lain dari Leuser.

"Sekarang kan yang penting unsur kemanusiaan dulu. Nanti kalau sudah jelas kita akan tanyai para korban bagaimana mereka sampai ke sana dan apa tujuannya."

Diperkirakan di seluruh Sumatera tinggal tersisa ratusan ekor harimau, sementara menurut survey Yayasan Leuser bekerjasama dengan World Conservacy Society tahun 2007 terdapat 1005 hingga 145 ekor harimau di TNGL.

Selain harimau, TNGL juga jadi habitat orang utan, gajah, serta badak Sumatera.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas