Media Menunggu Kelahiran Anak Pangeran William

Media dunia menunggu di tengah puncak musim panas di luar sebuah rumah sakit swasta di London, hari Sabtu (13/7/2013).

Media Menunggu Kelahiran Anak Pangeran William
AFP
Kate Middleton dan Pangeran William

Tribunnews.com, London - Media dunia menunggu di tengah puncak musim panas di luar sebuah rumah sakit swasta di London, hari Sabtu (13/7/2013). Di rumah sakit itu, istri Pangeran William, Kate Minddleton, akan melahirkan.

Namun, sampai hari yang diperkirakan menjadi hari kelahiran sang bayi itu lewat, tak ada tanda-tanda kedatangan calon pewaris takhta Kerajaan Inggris itu.

Kabar angin yang menyebutkan bahwa Duchess of Cambridge telah menunjukkan tanda- tanda persalinan, Kamis pekan lalu, menyebar dengan sangat cepat di Twitter. Bahkan, kantor Perdana Menteri David Cameron sampai menghubungi Istana Buckingham untuk mengecek kebenarannya.

Walau ternyata kabar itu tidak benar, puluhan wartawan internasional yang berjaga-jaga di luar RS St Mary's terus menunggu dengan harap-harap cemas karena tahu bayi itu akan datang dalam hari-hari ini.

Pihak istana telah mengatakan bayi itu akan lahir pada pertengahan Juli dan banyak editor telah melakukan persiapan menghadapi akhir pekan ini sejak lama.

Ayah William, Pangeran Charles, mengungkapkan antisipasinya saat dia menghadiri festival perayaan penobatan Ratu Elizabeth II, Jumat. Putra mahkota Inggris itu mengatakan ”tak lama lagi” dia akan menjadi seorang kakek saat dia memeriksa deretan porselen peringatan untuk menandai kedatangan bayi itu, satu dari sekian banyak cendera mata untuk merayakan kelahiran itu.

Istri kedua Charles, Camilla, menambahkan, ”Kami sangat gembira. Sangat menanti-nanti itu dan menunggu datangnya telepon.”

Kepopuleran William dan Kate, yang menikah dalam upacara pernikahan serba gemerlap di Westminster Abbey tahun 2011, telah menjadikan kelahiran anak pertama mereka menjadi sebuah event global.

Media dari seluruh dunia bersiaga di luar rumah sakit itu sejak hampir dua pekan lalu.

Sementara itu, prioritas utama jaringan-jaringan televisi adalah menjaga posisi mereka sepanjang waktu dengan bekerja dalam giliran jaga 12 jam. Itu artinya, mereka mempertahankan wilayah mereka, tak menyerahkan 1 sentimeter pun ruang untuk stasiun TV saingan.

Halaman
12
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help