Selasa, 25 November 2014
Tribunnews.com

Mantan Wanita Penghibur Tentara Jepang Tutup Usia

Senin, 12 Agustus 2013 12:11 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Lee Yong-nyeo, seorang korban perbudakan seks militer Jepang, di era Perang Dunia ke Dua, meninggal dunia di hari Minggu (11/8/2013).

The House of Sharing, tempat penampungan "perempuan penghibur" yang terletak di Gwangju, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan (Korsel), mengatakan bahwa Lee meninggal dunia di sebuah rumah sakit pada Minggu pagi, di usia 87 tahun.

Pada usia 16 tahun, Lee dijadikan perempuan penghibur tentara Jepang di Yangon, Myanmar setelah sebelumnya dikapalkan dari Busan, Korsel. 

Sejak tahun 1995, Lee pindah ke tempat penampungan, dan secara aktif terlibat dalam aksi demonstrasi terhadap perbudakan seksual tentara Jepang Perang Dunia ke Dua.

Pada tahun 2000, Lee berpartisipasi dalam aksi demonstrasi serupa di Jepang bersama dengan mantan wanita penghibur lainnya, guna menuntut permintaan maaf dan kompensasi Pemerintah Jepang.

Kesaksiannya di Tokyo akhirnya mendorong terbentuknya Pengadilan
Kejahatan Perang Internasional di Perbudakan Seksual Militer Jepang di Den Haag, Belanda.

Namun hampir tujuh dekade setelah Semenanjung Korea bebas dari cengkraman Jepang, tuntutan para wanita penghibur asal Korea belum terealisasi. (asiaone.com)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas