Minggu, 25 Januari 2015
Tribunnews.com

Umat Kristen Mesir Hidup dalam Ketakutan

Jumat, 16 Agustus 2013 16:21 WIB

Umat Kristen Mesir Hidup dalam Ketakutan
KOMPAS/VITALIS YOGI TRISNA
Ratusan demonstran yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Peduli Rakyat Mesir, melakukan unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, KAIRO - Umat Kristen Mesir hidup dalam ketakutan, setelah terjadi serangkaian serangan terhadap gereja-gereja, bisnis, dan rumah mereka, yang diduga dilakukan oleh pendukung presiden terguling, Mohamed Morsi.

Mimpi buruk Umat Kristen di Mesir bermula ketika pada Rabu lalu, para pendukung Morsi yang marah karena aksinya dibubarkan polisi, membakar sejumlah gereja.

"Orang-orang takut, tidak ada yang berani meninggalkan rumah," kata Marco, seorang Umat Kristen yang tinggal di pusat kota Sohag, seperti dikutip Tribunnews.com dari Channelnewsasia.com, Jumat (16/8/2013)

Kota yang ditinggalinya, lanjut Marco, telah berubah menjadi kota hantu, karena banyak masyarakat yang takut meninggalkan rumah mereka.

Sementara, sekelompok orang yang diduga pendukung Morsi, melakukan sweeping dan membakari gereja di sana.

Maspero Youth Union, sebuah kelompok pemuda Kristen Koptik Mesir, mengecam insiden tersebut, yang mereka nilai sebagai 'perang pembalasan' terhadap minoritas.

Mereka menuduh pendukung Morsi menargetkan mereka, dalam menanggapi dukungan Paus Koptik Tawadros II terhadap kudeta 3 Juli 2013 yang menggulingkan Morsi.

Halaman12
Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas