APEC 2013

Penutupan Pemerintah AS Dikhawatirkan Merembet ke Ekonomi Asia Pasifik

Laporan itu berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 560 pemimpin yang berada di kawasan Asia-Pasifik.

Penutupan Pemerintah AS Dikhawatirkan Merembet ke Ekonomi Asia Pasifik
AFP/SONNY TUMBELAKA
entara Indonesia menghentikan pengendara yang melintas dekat tempat daerah KTT APEC di Nusa Dua di pulau resor di Indonesia Bali pada tanggal 1 Oktober 2013. Pemerintah Indonesia telah meningkatkan keamanan menjelang KTT APEC di mana 21 pemimpin dunia hadir, Kabarnya Presiden AS Barack Obama batal menghadiri KTT para pemimpin, yang akan berlangsung dari 07-08 Oktober. (AFP PHOTO/SONNY Tumbelaka) 

"Hal ini mendorong untuk melihat prospek yang lebih positif bagi AS dan Jepang, tapi kami juga sadar akan fakta bahwa kedua negara harus bergantung pada beberapa langkah-langkah quantitativeeasing," kata Duta Besar Don Campbell, Co-Chair dari PECC.

"Sementara prospek ekonomi secara keseluruhan adalah positif untuk wilayah, lintasan pertumbuhan merupakan masalah sehingga kita harus terus menerapkan strategi pertumbuhan diadopsi oleh APEC (Asia - Pacific Economic Cooperation) tiga tahun lalu,"ujarnya.

Dalam laporan PECC , kontributor menyoroti bagaimana kesenjangan pembangunan telah melebar baik di dalam dan di antara negara-negara di wilayah.

Responden survei sangat mendukung kerja APEC pada liberalisasi perdagangan dan investasi, namun menekankan perlunya institusi domestik yang lebih kuat untuk membuat pertumbuhan inklusif. Persetujuan keseluruhan untuk kinerja APEC adalah 17,1 persen. Pada tahun 2007, mereka hanya mencapai 1,3 persen.

Survei juga menanyakan kepada responden untuk memilih lima isu utama yang harus dibahas para pemimpin ekonomi APEC selama pertemuan mereka mendatang di Bali.

Inisiatif integrasi ekonomi regional menduduki puncak daftar, diikuti oleh Strategi Pertumbuhan APEC, korupsi, Bogor Goals perdagangan bebas dan terbuka dan investasi, serta mengurangi ketidaksetaraan pendapatan di wilayah tersebut.

Penulis: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved