Film Indonesia Raih GrandPrix Festival Film Pendek di Jepang

Yosep Anggi Noen, sutradara film Nona Kedi yang Tak Pernah Melihat Keajaiban berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi Grand Prix

Film Indonesia Raih GrandPrix Festival Film Pendek di Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yosep Anggi Noen, sutradara film Nona Kedi yang Tak Pernah Melihat Keajaiban saat menerima tropi GrandPrix penghargaan tertinggi festival film pendek Jepang, Senin (9/6/2014) malam. 

Laporan Richard Susilo, Koresponden Tribunnews.com di Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Yosep Anggi Noen, sutradara film 'Nona Kedi yang Tak Pernah Melihat Keajaiban' berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi Grand Prix di Festival Film Short Shirt & Asia 2014 (SSFF) dengan penyerahan tropi di Shibuya AiiA Theater Tokyo, Senin (9/6/2014) malam. Film ini menyingkirkan 4.264 film yang masuk ke Panitia SSFF.

Film yang dibuat tahun 2013 ini berhasil memukau para juri dan Yosep pun dengan terharu menerima tropi dengan satu patah kata bahasa Jepang "Arigatougozaimashita", lalu mengagungkan tropi mengangkat tinggi-tinggi dengan senyum di tengah kebahagiaannya.

Empat juri yaitu Ishizaka Koji, Kitamura Ryuhei, Minato Kanae, dan Lawrence Raymond, menilai sangat baik film tersebut.

"Luar biasa film Indonesia itu dapat mengangkat emosi kita, membuat saya berpikir kuat, pantas untuk menang," kata Ishizaka.

Film ini selain mendapatkan penghargaan tertinggi Grand Prix sekaligus juga meraih penghargaan sebagai film internasional Asia terbaik.

SSFF adalah festival film pendek yang telah sejak 1999 dari Harajuku Tokyo Jepang dan sejak 2004 mendapat status sebagai festival film internasional, diakui Academy of Motion Pictures Arts and Science sebagai acara Academy Award dunia.

SSFF juga diselenggarakan di Los Angeles, Singapore, Myanmar, dan Mexico. Awal mulanya kalangan perfilman Jepang melihat sebelah mata acara ini. Namun sejak 2004 kegiatan SSFF ini semakin besar dan kini sudah mulai diakui banyak kalangan perfilman Jepang.

Sementara itu Sutradara Yosep, Selasa (10/6/2013) sore ini dijadwalkan tiba di Jakarta. Sineas muda kelahiran Sleman, Yogyakarta, 15 Maret 1983 ini beberapa kali menyabet penghargaan, di antaranya Sutradara Perdana dan Film Independen (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dalam Apresiasi Film Indonesia 2013. Film fiksi pendek garapannya juga menang dalam Sonje Award Best Short Film di Busan International Film Festival 2013.

Lulusan Ilmu Komunikasi UGM Yogyakarta ini memandang film sebagai karya universal yang mampu memindahkan kenyataan ke dalam satu layar.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help