Konflik Israel dan Palestina

Forkoma PMKRI Meminta Tahta Suci Kutuk Israel

kehancuran Gaza yang menjadi korban kebiadaban Israel harus segera dibantu lewat desakan Tahta Suci (Vatikan) mengutuk serangan biadab Israel

Forkoma PMKRI Meminta Tahta Suci Kutuk Israel
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah perempuan muslimah memegang bendera Palestina saat mengikuti Aksi Solideritas #SavePalestine di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (11/7/2014). Dalam aksinya ratusan orang dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Nurul Fikri, Pemuda Persis, Dewan Dakwah, Pemuda Istiqomah, Dakwah Sekolah, Kelompok Studi Palestina, Garuda Keadilan, Tahajud Call, dan Daarut Tauhid itu mengutuk aksi serangan yang dilancarkan rezim zionis Israel ke perbatasan Gaza dan mendesak PBB agar segera mengadili Israel. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI) menyerukan kerjasama dan dibentuknya gerakan bahu membahu untuk membantu rakyat Palestina yang menjadi korban kejahatan kemanusiaan luar biasa di Jalur Gaza.

Forkoma PMKRI juga mendukung semua gerakan solidaritas Rakyat Indonesia serta mencari dukungan dana bagi ormas Indonesia yang akan berjihad ke Palestina melawan Israel. Demikian diungkapkan Hermawi F Taslim, Ketua Forkoma PMKRI dalam pernyataan persnya di Jakarta, Senin (14/7/2014).

Hermawi menjelaskan, kehancuran masyarakat Gaza yang menjadi korban kebiadaban Israel harus segera dibantu dengan menggalang gerakan internasional termasuk mendesak Tahta Suci (Vatikan) untuk mengutuk serangan biadab Israel yang menewaskan masyarakat sipil terutama anak-anak.

Menurutnya, Vatikan yang belum lama ini mempertemukan pemerintah Israel dan Palestina mempunyai kewajiban moral untuk melihat kembali isi pertemuan tersebut.

“Gerakan rakyat Palestina untuk mendapatkan kedaulatan secara penuh atas tanah yang didiami merupakan salah satu syarat mutlak untuk menciptakan perdamaian kedua bangsa ini. Dan membantu perjuangan rakyat Palestina itu menjadi kewajiban seluruh rakyat Indonesia yang harus secara aktif terlibat dalam perdamaian dunia sebagaimana tertulis dalam konstitusi,” tegas Hermawi.

Oleh karena itu, Hermawi menjelaskan lebih lanjut, dukung mendukung itu bukan monopoli umat muslim karena perseteruan Palestina dan Israel terkait dengan patriotisme dan bukan agama.

Sebagai tindak lanjut pemerintah Indonesia harus secara bulat mendesak berbagai pihak yang terkait dengan konflik tersebut untuk segera mengambil tindakan agar Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza.

Secara konkrit, selain menyerukan agar Vatikan turun tangan dalam kasus ini, Forkoma PMKRI juga mendukung gerakan jihad ke Palestina yang sudah diserukan beberapa  Ormas Indonesia.

Bahkan menurut Wakil Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai Nasdem ini, Forkoma PMKRI akan mencarikan dana bagi para ormas dari Indonesia tersebut untuk dapat berjihad ke Palestina.

“Seluruh rakyat Indonesia harus bahu membahu agar rakyat Palestina dapat memiliki tanahnya secara penuh. Jangan seperti sekarang ini, sekalipun telah merdeka dan memiliki tanah, seluluh wilayah laut, darat dan udara dikontrol oleh Israel sehingga seluruh kehidupan rakyat Palestina di Jalur Gaza semata-mata bergantung pada kebaikan hati Israel,” tegas Hermawi.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help