Nebaarukun Ingin Indonesia Promosikan Tempe

Motif kesehatan dengan makan Natto menjadi sehat menjadi tema utama gerakan dan penampilan yurukyara Nebaarukun

Nebaarukun Ingin Indonesia Promosikan Tempe
Warta Kota/Nur Ichsan
TEMPE - Pengrajin tempe di Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang, sedang melakukan persiapan proses fermentasi kacang kedelai yang sudah dimasak dengan cara diangin anginkan, seperti terlihahat, Rabu (1/10). Walau harga kedelai dan bahan bakar minyak kerap naik, Kampung Tempe terus memproduksi kebutuhan rakyat akan bahan pangan yang bergizi dan sehat secara sederhana. Warta Kota/nur ichsan 

Laporan Koresponden Tribunnews.com di Jepang, Richard Susilo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO --Tokoh karakter Jepang untuk Natto (kacang kedelai) seperti tempe ini, berasal dari perfektur Ibaraki Jepang, bukan yurukyara resmi dari pemda Ibaraki, tetapi sangat popular saat ini di kalangan anak-anak sampai dewasa. Motif kesehatan dengan makan Natto menjadi sehat menjadi tema utama gerakan dan penampilan yurukyara Nebaarukun.

“Natto itu kan sama seperti tempe ya?," tanya Nebaarakun yang meminta tak diungkapkan nama sebenarnya khusus kepada Tribunnews.com sore ini (19/10/2014).

Natto adalah kacang kedelai Jepang mirip dengan kacang kedelai Indonesia. Bedanya kacang kedelai Indonesia tidak lengket-lengket seperti  Natto. Kalau digoreng menjadi Tempe.

“Kalau sama seperti Tempe wah senang sekali punya saudara di Indonesia ya, saya ingin sekali segera ke Indonesia ketemu masyarakat Indonesia,” tambahnya lagi.

Nebaarukun dengan gaya bicaranya yang lucu itu ingin sekali cepat ke Indonesia supaya bisa kenalan dengan rakyat Indonesia yang sama sama menyukai kedelai, seperti juga orang Jepang.

“Saya bisa kampanyekan tempe karena satu keluarga dengan Natto, makanan kesehatan, sehingga masyarakat Indonesia dari anak-anak sampai  dewasa juga bisa ikut makan Natto atau temped an menjadi sehat bangsa Indonesia ya,” tambahnya lagi dengan berseri-seri berharap bisa segera ke Indonesia, tambahnya lagi.

Apabila Nebaarekun senang, bahagia, ceria, terkejut, maka yurukyara ini akan mendadak membesar, meninggi ke atas bisa lebih dari dua meter mungkin, “Tinggi saya 710 cm lo,” tekannya.

Angka 7 dalam bahasa Jepang disebut Nana atau Na, angka 10 dalam bahasa Jepang bisa disebut Tou. Jadi kalau digabung 710 dalam pengucapan bisa disebut Natto. Itulah sebabnya beratnya 710 gram dan bisa melar tinggi sampai 710 cm, ungkapnya.

Meskipun populer Nebaarukun, namun produk yang dibuatnya masih sedikit seperti tas poket kecil, T-Shirt yang dijual antara 2000 yen - 2500 yen, pin khusus bergambar Nebaarukun. Produk lain masih sedang dalam taraf negosiasi dengan para perusahaan Jepang. Termasuk pula keinginan beberapa perusahaan Jepang untuk menjadikan Nebaarukun sebagai tokoh ikan mereka.

Produknya yang diperkenalkan kepada masyarakat Jepang kini masih banyak dikerjakan tante-tante penggemar Nebaarukun secara sukarela.

Kumpulan pencinta Nebaarukun di Indonesia juga mulai muncul untuk mempromosikan yurukyara ini, menyambut kedatangan Nebaarukun di masa mendatang di Indonesia. Bisa diikuti di Facebook ini.  https://www.facebook.com/groups/nebaarukun/  FB ini adalah FB resmi Nebaarukun dalam bahasa Indonesia dipimpn oleh Admin orang Indonesia.

Tags
Jepang
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved