Selasa, 9 Juni 2026

Inilah Citra Pemerintah Jepang Saat ini

Meskipun dukungan terhadap PM Jepang turun, dukungan terhadap partainya, partai liberal (LDP) naik 1,4 persen menjadi 33 persen.

Tayang:
Editor: Rendy Sadikin
Richard Susilo
Survei JNN mengenai keadaan pemerintahan Jepang saat ini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Inilah citra pemerintah Jepang saat ini, tanggapan langsung masyarakatnya setelah disurvei dua hari, tanggal 1 dan 2 November, sebanyak 1.200 orang oleh JNN, media TV Jepang, kepada usia 20 tahun ke atas lelaki dan wanita.

Paling menarik adalah 71 persen atau naik 3 persen dibandingkan survei sebelumnya, bahwa masyarakat Jepang tenyata menentang keras kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 8 persen saat ini menjadi 10 persen pada tanggal 1 April 2015 mendatang.

Yang mendukung hanya 25 persen atau turun, semakin sedikit 2 persen dari survei sebelumnya. PPN ini sebelumnya 5 persen tanggal 1 April 2014 meningkat menjadi 8 persen.

Dukungan terhadap PM Jepang Shinzo Abe juga menurun 0,4 persen menjadi 57 persen dan yang menentang Abe naik 1,4 persen menjadi 41,9 persen.

Apabila PM Jepang hanya mendapat dukungan 40 persen atau kurang, biasanya akan mengundurkan diri karena dianggap tidak lagi disenangi masyarakatnya.

Meskipun dukungan terhadap PM Jepang turun, dukungan terhadap partainya, partai liberal (LDP) naik 1,4 persen menjadi 33 persen.

Dukungan terhadap partai oposisi Minshuto (DPJ) turun 0,5 persen menjadi 5,9 persen. Koalisi dengan LDP, partai Komei juga naik dukungannya 0,5 persen menjadi 3,3 persen. Partai komunis dukungan turun 0,8 persen menjadi 1,8 persen.

Citra kabinet Abe dianggap menjadi kurang baik sebanyak 52 persen, sedangkan 46 persen menganggap tidak berubah.

Citra yang kurang baik ini karena dua menterinya, Yuko Obuchi (mantan ekonomi menteri perdagangan industri) dan Midori Matsushima (mantan Menteri Kehakiman) belum lama ini bersamaan mengundurkan diri dari jabatannya.

Obuchi dianggap sudah sepantasnya mengundurkan diri (71 persen) dari jabatan menteri akibat kasus skandal uang. Tetapi sebagai anggota parlemen masyarakat Jepang melihat tidak usah mengundurkan diri (49 persen).

Sedangkan Matsushima dianggap selayaknya mengundurkan diri hanya 48 persen dan tidak perlu mengundurkan diri 45 persen. kasusnya hanya karena membagi-bagi kipas tangan dari kertas saat pemilu diadakan dianggap pelanggaran, apalagi dia duduk sebagai Menteri Kehakiman saat itu sebelum mengundurkan diri.

Terhadap masalah penculikan warga Jepang oleh Korea Utara, masyarakat cukup puas dengan kerja yang dilakukan PM Jepang Abe (57 persen) atau naik 5 persen dari survei sebelumnya.

Tetapi hasil pembicaraan antara tim Jepang dengan tim Korea Utara mengecewakan (56 persen) masyarakat Jepang.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved