Saat Model Cebol Bergaya di Catwalk Kelas Dunia

ika biasanya model pagelaran busana yang sering ditemui di atas panggung catwalk adalah sosok-sosok bertubuh tinggi

Saat Model Cebol Bergaya di Catwalk Kelas Dunia
Mirror Online
Sejumlah model penderita dwarfisme, alias kekurangan hormon pertumbuhan sehingga bertubuh kecil alias cebol, memamerkan koleksi busana khusus orang-orang bertubuh mungil karya perancang busana Sema Gedik, di Berlin Fashion Week 2015, Kamis (9/7/2015). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania Christine

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Jika biasanya model pagelaran busana yang sering ditemui di atas panggung catwalk adalah sosok-sosok bertubuh tinggi, di pagelaran Berlin Fashion Week 2015 berbeda.

Bertubuh cilik, model-model ini bukanlah anak-anak, tetapi orang-orang dewasa yang menderita dwarfisme, alias kurang hormon pertumbuhan, yang membuat tubuhnya tak seukuran orang dewasa pada umumnya atau biasa disebut cebol.

Para model wanita dan pria itu kerap mengundang decak kagum para tamu pagelaran busana itu, bergantian memamerkan berbagai busana hasil karya perancang busana Sema Gedik.

Bermacam busana yang dikenakan pada Kamis (9/7/2015) lalu itu merupakan sejumlah busana dari koleksi rancangannya yang diberi nama 'Auf Augenhoehe' atau 'Sejarak Pandang'.

Dari foto-foto yang diunggah oleh Mirror Online, terlihat model-model tersebut mencuri perhatian sembari model wanita mengenakan gaun mini dan model pria mengenakan setelan kasual.

Menurut situs El Mundo, koleksi tersebut merupakan hasil proyek Gedik, dimana dirinya khusus membuat koleksi busana untuk kaum penderita dwarfisme.

Gedik mengaku pameran busana koleksinya di Berlin itu sebenarnya ditujukan untuk menghadirkan semacam "revolusi" di industri tekstil dan pakaian, yang kerap melupakan keberadaan orang-orang yang berkebutuhan busana khusus.

"Meski saya berusaha untuk hidup layaknya seorang dewasa pada umumnya, saya tak bisa keluar rumah berpenampilan seperti wanita sebaya saya," cerita Tara, satu dari model busana Gedik itu.

"Soal pakaian, saya selalu pesan untuk dijahitkan khusus. Bahkan ada orang-orang yang seperti saya harus terpaksa pakai baju anak-anak," tambahnya lagi.

Tara berharap pameran itu akan membuat penderita dwarfisme tak merasa tersisihkan dari masyarakat, serta dapat dipandang layaknya orang dewasa pada umumnya tanpa prasangka apapun.

Berlin Fashion Week 2015 digelar sejak Selasa (7/7/2015) lalu dan berakhir pada Jumat (10/7/2015). Tak hanya Gedik, beberapa perancang busana lain juga memamerkan karyanya di pagelaran busana ini.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved