Ramadan 2015

Pembangunan Masjid Indonesia di Jepang Dimulai

Satu pujian syukur yang tak terhingga bagi masyarakat Indonesia yang ada di Jepang saat ini.

Pembangunan Masjid Indonesia di Jepang Dimulai
Dhani Irfan
Ribuan warga Indonesia salat Id di Tokyo dan acara pembukaan tirai simbol dimulainya pembangunanb Masjid Pertama Indonesia di Jepang (Insert). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Satu pujian syukur yang tak terhingga bagi masyarakat Indonesia yang ada di Jepang saat ini. Setelah tertunda belasan tahun akhirnya pagi ini sekitar jam 08:15 waktu Jepang, tonggak dimulainya pembangunan masjid Indonesia di Tokyo Jepang dimulai yang ditandai dengan membuka tabir tirai papan bertuliskan Ground Breaking Masjid Indonesia Tokyo oleh Dubes Indonesia di Jepang, Yusron Ihza Mahendra.

"Harapan kami semoga masjid ini akan menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat Islam Indonesia yang berada di Tokyo dan juga bagi umat Islam dari negara-negara lain," papar Dubes Yusron khusus kepada Tribunnews.com pagi ini.

Proses acara disaksikan oleh ribuan warga Indonesia yang ada di Jepang, yang telah selesai melakukan shalat Ied. Diwarnai oleh salam satu sama lain Minal Aidzin wal Faidzin dengan wajah gembira semua setelah sebulan berpuasa, akhirnya sampai pada puncak acara peresmian Ground Breaking tersebut, secara simbolis dimulainya pembangunan masjid Indonesia yang pertama kali di Jepang.

"Lebih dari itu, saya bahkan juga berharap bahwa masjid ini akan menjadi pusat budaya serta pengembangan kajian keislaman," lanjutnya lagi.

Dari segi dana, tambahnya, masjid ini dibiayai dari dana sumbangan masyarakat Indonesia dan karenanya relatif terbatas. Oleh karena itu, mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar didunia, "Saya berhasrat untuk membangun masjid kedua yang lebih besar lagi. Badan Anggaran DPR RI menyatakan akan mendukung anggaran untuk pembangunan masjid tersebut."

Mneurut Dubes Yusron, mengingat posisi Indonesia yang merupakan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia tadi, maka akan amat relevan jika keislaman ini juga tercermin secara simbolis dalam diplomasi kita di luar negeri, "Di tengah masyarakat Jepang yang sekarang cenderung mencari dan kembali ke agama. Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya dapat menjadikan Islam sebagai alternatif atau pilihan. Mari kita berlomba-lomba dengan Turki yang punya masjid yang megah di Tokyo ini. Mari berlomba-lomba melakukan kebaikan," tekannya lagi

Seorang warga yang hadir, Iskandar, beserta isterinya merasa senang sekali dengan kehadiran Masjid Indonesia di Tokyo yang terletak satu lokasi dengan Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) di Meguro Tokyo.

"Saya bahagia sekali hari ini, InsyaAllah tiap hari bisa melaksanakan ibadah saya shalat lima waktu di masjid ini kalau sudah jadi nanti. Merupakan rumah saya kedua mungkin," paparnya yang bertempat tinggal juga di Meguro saat ini dan selama ini hanya melakukan shalat hanya di rumahnya saja bersama keluarganya.

Open House hari ini terkait Idul Fitri juga dilakukan Dubes Yusron dan diharapkan siapa pun dipersilakan hadir ke kediaman Dubes yang berada di belakang Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo. Bagi yang ingin tahu lokasinya silakan telpon operator 03-3441-4201.

Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved