Hati-hati Unggah Foto Hamil di Internet, Berisiko Dicuri untuk Situs Porno

Fetisisme adalah kelainan seksual yang menggunakan benda-benda non seksual untuk mendapatkan kenikmatan seksual, seperti foto.

Hati-hati Unggah Foto Hamil di Internet, Berisiko Dicuri untuk Situs Porno
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, AUSTRALIA - Sebuah kelompok advokasi kehamilan memperingatkan kalangan ibu hamil mengenai bahaya mengunggah foto perut hamil mereka di internet karena foto-foto mereka bisa dicuri dan digunakan untuk situs porno.

Kelompok advokasi yang beroperasi di Australia, Selandia Baru dan Kanada ini mengatakan sejumlah orang yang mengabadikan kehamilannya dengan berfoto sambil memperlihatkan perut yang membesar mendapati foto-foto mereka telah digunakan di situs fetisisme, kehamilan.

Fetisisme adalah kelainan seksual yang menggunakan benda-benda non seksual untuk mendapatkan kenikmatan seksual, seperti foto.

Asosiasi Anak Lahir Kembar Australia mengatakan wanita hamil yang berbagi foto dengan ibu hamil lainnya secara online kemungkinan tidak menyadari telah berbagi foto dengan orang-orang yang sengaja mengkoleksi foto mereka untuk konten di situs porno dan fetisisme kehamilan.

"Orang-orang ini menyamar sebagai orang tua atau ibu hamil kembar atau lainnya dan bergabung dengan kelompok di Facebook dan berbagi foto gambar perut hamil mereka dan meminta orang lain untuk berbagi foto mereka," kata Ali Mountfield dari Beberapa Asosiasi Lahir Kembar Australia (AMBA).

Mountfield mengatakan foto-foto itu kemudian digunakan oleh orang-orang yang tertarik dengan preggophilia.

"Mereka adalah penipu atau menggunakan profil palsu dan kemudian mencuri foto ibu-ibu hamil ini untuk digunakan di situs-situs porno dan hal ini melahirkan konsep yang kita belum pernah dengar sebelumnya yakni preggophilia atau perilaku penyimpangan seksual dengan menyukai ibu-ibu hamil yang sekarang kita pahami,” katanya.

Beberapa situs preggophilia menawarkan konten seksual, sementara beberapa mengaku situs itu ditujukan untuk para pengagum ibu-ibu hamil dan menawarkan foto – tidak telanjang,”

Dokter Wendell Rosevear yang bekerja dengan korban pelecehan seksual dan pelaku mengatakan ada banyak keragaman seksual, apresiasi dan fantasi yang dimiliki manusia di dunia dan itu bukan masalah, kecuali ada orang yang tidak menghormati hak dan pilihan orang ataupun privasi,” katanya.

Dr Rosevear mengatakan mencuri foto merupakan bentuk dari pelecehan seksual.

“Hal penting dalam menghargai orang lain adalah dengan menghormati pilihan mereka, jadi ketika Anda memilih untuk tidak menghormati pilihan itu maka itu dapat dikategorikan pelanggaran atua pelecehan," katanya.

"Tapi disisi yang sama, orang-orang yang menaruh informasi di internet juga perlu menimbang kembali pilihan mereka sendiri tentang apakah mereka perlu mengunggah foto hamilnya di internet,”

Mountfield mengatakan organisasinya saat ini terus mendidik perempuan untuk berhati-hati dalam mengunggah foto hamil mereka.

Menurutnya beberapa perempuan terkejut mendapati foto mereka telah digunakan oleh situs porno.

AMBA mengatakan organisasinya dan organisasi lain secara aktif menyingkirkan orang-orang yan kemugkinan adalah anggota palsu.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help