Natal 2015

Khawatir Akidah Muslim Rusak, Sultan Brunei Larang Perayaan Natal

Larangan itu termasuk memasang dekorasi Natal dan menyanyikan lagu-lagu Natal.

Khawatir Akidah Muslim Rusak, Sultan Brunei Larang Perayaan Natal
Telegraph/EPA
Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei. (Telegraph/EPA) 

TRIBUNNEWS.COM, BRUNEI - Dikhawatirkan merusak akidah muslim, perayaan Natal akhirnya dilarang oleh Sultan Hassanal Bolkiah untuk dirayakan di ranah publik Brunei.

Larangan itu termasuk memasang dekorasi Natal dan menyanyikan lagu-lagu Natal.

(Baca juga: Quraish Shihab: Kata Siapa Ucapkan 'Selamat Natal' Haram Bagi Muslim?)

Dalam sebuah pernyataan dari Kementerian Agama Brunei, dikatakan langkah tersebut diambil untuk mengendalikan perayaan Natal, yang kerap dilakukan secara terbuka dan berlebihan.

"Hal itu dapat merusak akidah komunitas muslim," demikian isi pernyataannya, dikutip Telegraph.

Ditambahkan pula, warga non-Muslim di negara berpenduduk 65 persen muslim itu boleh merayakan Natal.

Namun perayaan Natal hanya boleh dilakukan di lingkungan komunitasnya dan atas izin otoritas setempat.

Larangan ini diberlakukan di bawah UU baru dan dikatakan The Independent, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 273 juta dan hukuman penjara lima tahun.

Dikatakan larangan tersebut datang dari gagasan sejumlah imam setempat.

Para imam mengatakan bahwa perayaan Natal dapat merusak akidah muslim.

Halaman
123
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help