Restoran Ini Sajikan Daging Kucing dan Anjing

Tayangan berbahasa Inggris itu memperlihatkan Brunner menggantung sesuatu yang tampak seperti daging kucing.

Restoran Ini Sajikan Daging Kucing dan Anjing
Screenshot/LaTableSuisse.com
Koki Moritz Brunner dan restorannya yang menyajikan daging anjing dan kucing dalam menu, menimbulkan berbagai reaksi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koki Moritz Brunner dan restorannya yang menyajikan daging anjing dan kucing dalam menu menimbulkan berbagai reaksi.

Dilansir The Local, daging hewan tersebut dihidangkan di restoran La Table Suisse yang ia buka bersama kolega.

"Saat masih kecil, saya melihat nenek memasak. Dia selalu memberikan pengaruh besar pada saya. Saya menemukan kembali resep nenek saya dengan cara lain, Büzirück, bagian terlembut dari kucing," kata Brunner dalam video YouTube, seperti dilansir The Local.

Tayangan berbahasa Inggris itu memperlihatkan Brunner menggantung sesuatu yang tampak seperti daging kucing.

"Di Switzerland, makan daging kucing dan anjing itu legal, selama hewan itu milik Anda. Dan karena sistem adopsi (hewan), kami restoran pertama di Eropa yang bisa menyajikan daging tradisional ini," tambahnya.

Video itu tidak menyebutkan website terkait untuk menghidari pengrusakan dari orang yang marah. Nomor telepon atau alamat pun tidak diiklankan.

"Menyajikan kucing dan anjing adalah bagian dari budaya kita. Sayangnya tidak semua menghormati itu," katanya.

Karena tidak ada alamat yang bisa dihubungi, calon pelanggan yang berminat dapat mengirimkan kontak pemesanan pada situs itu. Sebagai balasan, pihaknya akan mengirimkan informasi.

Menurut laporan, para petani di wilayah Appenzell dan St Gallen makan daging kucing dan anjing. Mereka membuatnya sendiri. Kebiasaan ini masih dianggap legal, meskipun ada desakan dari kelompok penggiat hak hewan untuk melarangnya.

Surat kabar 20 Minuten mengatakan video itu malah merugikan Swiss karena menimbulkan pandangan buruk terhadap negara itu.
Sebab akan muncul pandangan secara internasional bahwa orang Swiss sering makan hewan peliharaan mereka. Ini akan menimbulkan gambaran masyarakat yang barbar dan tidak beradab.

Padahal dalam kenyataannya sangat sulit bagi siapapun di negara itu makan kucing dan anjing.

Menanggapi kecaman, Brunner mengatakan heran mengapa orang menentang makan daging kucing dan anjing.

"Saya menghormati vegetarian yang tidak makan hewan apapun. Namun jika orang itu makan ayam dan babi, mengapa tak boleh makan hewan lain," sebutnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved