Sadis, Penganiayaan Binatang Jepang Apakah Terkait Sakakibara Jiken?

Kami masih terus mencari pelaku penganiayaan binatang di Jepang.

Sadis, Penganiayaan Binatang Jepang Apakah Terkait Sakakibara Jiken?
Foto NNN
Lokasi pembunuhan burungdara di Otawara perfektur Ibaraki belum lama ini 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pihak kepolisian Jepang masih terus mencari pembunuh dan penganiaya banyak binatang Jepang, mulai kucing, burung dara, bebek.

Kepala binatang-binatang tersebut diputus dari tubuhnya, lalu kepalanya di gantung di tempat umum terpisah dari badannya. Apakah terkait kasus Sakakibara jikan tahun 1997?

"Kami masih terus mencari pelaku penganiayaan binatang di Jepang. Banyak kucing dibunuh akhir-akhir ini lalu kepalanya dipotong. Demikian pula burungdara dan bebek diperlakukan serupa," ujar sumber Tribunnews.com Jumat ini (19/2/2016).

Sekitar April lalu 21 Mei tahun lalu banyak burung dara dan bebek dipotong kepalanya dan darah berceceran di tempat umum.

Lalu juga Oktober tahun lalu hal serupa dengan banyak kucing dipotong kepalanya, hingga kini banyak penganiayaan binatang di Jepang.

Jumlah puluhan binatang telah dipenggal kepalanya dengan sadis.

"Semua itu jelas melanggar UU perlindungan binatang liar dan polisi pasti akan mengambil tindakan keras apabila berhasil menangkap pelakunya," katanya.

Banyak kalangan warga Jepang mengaitkan dengan kasus Sakakibara jikan (kasus pembunuhan dua anak kecil di Kobe tahun 1997).

Pelakunya telah ke luar dari penjara dan diperkirakan banyak netcitizen Jepang melakukan kekerasan lagi.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved