Protes Hukum Baru Situs Porno Blokir Pengguna

Di Negeri Paman Sam, situs porno yang mengambil inisiatif memblokir warga gara-gara hal ini.

Protes Hukum Baru Situs Porno Blokir Pengguna
independent.co.uk
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Di Indonesia, situs-situs porno diblokir oleh pemerintah agar tak bisa diakses oleh penggguna internet.

Di Negeri Paman Sam, malah situs porno yang mengambil inisiatif memblokir warga.

Seperti dirangkum KompasTekno dari Huffington Post, Selasa (12/4/2016), penduduk negara bagian North Carolina, AS, mulai awal minggu ini tak bisa lagi menonton tayangan syur di situs porno xHamster.

Pengelola situs dewasa tersebut rupanya sengaja memberlakukan pemblokiran, khusus untuk North Carolina saja, sementara pengguna di negara-negara bagian lain tetap bisa mengakses.

Apa pasal? Rupanya xHamster hendak memprotes hukum baru di North Carolina yang dinilai bersifat diskriminatif terhadap kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transjender).

Hukum yang bersangkutan mengharuskan para transjender memakai toilet sesuai jenis jender yang terdaftar di akta kelahiran, bukan "jender baru" dari hasil peralihan.

"Keberadaan hukum yang diskriminatif ini tidak bisa ditoleransi oleh xHamster.com," tulis juru bicara situs tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Kami menghormati dan merangkul segala macam seksualitas."

Alhasil, alih-alih disambut tayangan seronok, para penikmat pornografi yang mengakses xHamster dengan IP North Carolina malah menghadapi layar hitam tanpa ada gambar apa pun.

Layar hitam itu nantinya akan diganti dengan tulisan petisi yang isinya menyerukan pembatalan hukum transjender North Carolina.

Pihak xHamster berencana terus memblokir sampai hukum tersebut ditarik.

Selain situs porno, hukum transjender North Carolina juga menuai protes dari sejumlah pihak lain.

Penyanyi Bruce Springsteen, misalnya, menyuarakan ketidaksetujuannya dengan membatalkan rencana konser di negara bagian tersebut.

Sementara itu, perusahaan electronic payment PayPal tak jadi membangun kantor di North Carolina, juga dalam rangka protes. (The Huffington Post)

Editor: Robertus Rimawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved