BBC

Aparat ungkap identitas supir truk dalam serangan di Nice

Supir truk yang menyebabkan kematian 84 orang dan mencederai ratusan lainnya dalam serangan di Kota Nice, Prancis, bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, pria berusia 31 tahun asal Tunisia.

Pelaku bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, pria berusia 31 tahun asal Tunisia.

Supir truk yang menyebabkan kematian 84 orang dan mencederai ratusan lainnya dalam serangan di Kota Nice, Prancis, bernama Mohamed Lahouaiej-Bouhlel, pria berusia 31 tahun asal Tunisia.

Jaksa Prancis, Francois Molin, mengatakan Lahouaiej-Bouhlel menabrakkan truk seberat 19 ton ke tengah kerumunan warga di Promenade des Anglais sejauh dua kilometer, pada pukul 22.45 waktu setempat, Kamis (14/07).

Saat truk mendekati Hotel Negresco, Lahouaiej-Bouhlel sempat menembaki polisi dengan pistol otomatis kaliber 7.65mm dan terus melaju sejauh 300 meter. Truk baru berhenti dekat Hotel Palais de la Mediterranee tatkala Lahouaiej-Bouhlel tewas ditembak.

Truk baru berhenti dekat Hotel Palais de la Mediterranee tatkala Lahouaiej-Bouhlel tewas ditembak.

Secara keseluruhan, aksi pria tersebut menewaskan 84 orang, 10 di antara mereka anak-anak. Selain itu, sebanyak 202 orang ceera, 52 dalam kondisi kritis.

Jaksa Prancis, Francois Molin, mengatakan tidak ada kelompok yang mengaku menjalankan serangan itu.

Secara keseluruhan, aksi pria tersebut menewaskan 84 orang, 10 di antara mereka anak-anak. Selain itu, sebanyak 202 orang cedera, 52 dalam kondisi kritis.

Di dalam truk yang dikendarai Lahouaiej-Bouhlel, aparat menemukan amunisi, pistol palsu, replika senapan Kalashnikov, senapan M-16, dan granat bohongan. Ada pula sebuah sepeda, sejumlah dokumen, dan sebuah telepon seluler.

Tidak dikenali intelijen

Lahouaiej-Bouhlel merupakan seorang supir dan kurir barang. Dia memiliki tiga anak dan sudah bercerai dari istrinya, yang setelah kejadian di Nice dibawa ke kantor polisi.

Akan tetapi, Lahouaiej-Bouhlel “sama sekali tidak dikenali badan intelijen…dan tidak pernah ada tanda-tanda radikalisasi,” kata Molin.

Aparat keamanan Tunisia mengatakan Lahouaiej-Bouhlel berasal dari Kota Msaken. Dia kerap mengunjungi Tunisia, terakhir kalinya delapan bulan lalu.

Menurut Menteri Kehakiman Prancis, Jean-Jacques Urvoas, Lahouaiej-Bouhlel pernah diberikan hukuman awal tahun ini karena terlibat pertengkaran dengan sesama supir. Itulah satu-satunya pelanggarannya sebelum beraksi di Kota Nice.

Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help