Miss Jepang Ini Merasa Yakin Bisa Jadi Miss Dunia

Hidup, menurutnya, hanya satu kali saja dan kesempatan maupun waktu juga tak bisa diulang lagi.

Miss Jepang Ini Merasa Yakin Bisa Jadi Miss Dunia
Richard Susilo
Priyanka Yoshikawa, 22, Miss World Japan 2016 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tanggal 18 Desember 2016 adalah ajang untuk Miss Dunia dan Miss World Japan 2016 ini, Priyanka Yoshikawa yang lahir di Tokyo 22 tahun merasa yakin bisa menjadi Miss Dunia nantinya meskipun deg-degan juga.

"Satu tantangan berat menjadi Miss Dunia memang. Terus terang saya deg-degan juga untuk jadi yang tercantik di dunia. Tapi saya punya keyakinan cukup tinggi untuk menang. Mohon doa dan dukungan ya semoga bisa menang nanti," ujar Priyanka khusus kepada Tribunnews.com sore ini, Selasa (22/11/2016).

Hidup, menurutnya, hanya satu kali saja dan kesempatan maupun waktu juga tak bisa diulang lagi.

"Jadi saya harus siap berjuang untuk bisa jadi Miss Dunia tersebut dengan semua pikiran positifnya, bisa membantu dunia, sebagai media atau perantara antara kita negara maju dengan masyarakat dunia yang masih banyak yang bisa dibantu terutama negara miskin," katanya.

Priyanka yang berkulit sawo matang karena campuran ayah India dan Ibu Jepang itu ingin sekali jiwa pikiran dan tenaganya membantu kalangan miskin terutama anak-anak, baik pendidikan, kesehatannya dan sebagainya.

"Kehidupan saya yang banyak di luar negeri juga serta kemampuan bahasa saya secara internasional semoga saja bisa membantu masyarakat dunia juga," kata pemegang lisensi kemampuan bahasa Inggris peringkat ke-2 dan juga pernah bekerja sebagai penerjemah Inggris-Jepang.

Saat ini, menurutnya, zaman sudah berubah, tak hanya cantik saja diperlukan tetapi juga dibutuhkan kemampuan untuk berinteraksi dengan masyarakat dunia di mana pun berada.

Di Jepang saat diumumkan sebagai Miss World Japan sempat banyak pro dan kontra karena bukan orang Jepang asli tetapi campuran dengan ayah India.

"Saya ini asli Jepang, lahir di Jepang, ya apa boleh buat kalau ada yang menentang demikian, karena saya pun kan tak bisa memilih mau jadi manusia apa, terlahir sudah begini, tak bisa berubah bukan?" ujarnya.

Namun yang pasti Priyanka menyatakan hati jiwa dan segalanya 100% milik Jepang.

"Bahasa saya tentu paling utama dan paling bisa adalah bahasa Jepang, bahasa Kedua Inggrus dan hanya percakapan saja bisa bahasa Benggali (India)," ujarnya.

Di bidang kesehatan terutama obat-obatan, Priyanka juga berharap kalau bisa menyebarluaskan lebih merata lagi obat-obatan Jepang supaya masyarakat dunia terutama kalangan anak-anak bisa lebih sehat lagi dan terbantu pertumbuhannya.

Dalam percakapan dengan Tribunnews.com Priyanka tampak memang sangat menguasai bidang medis walaupun tidak sekolah medis sebagai latar belakang pendidikannya.

"Saya sekolah khusus Art Terapis setelah lulus SMA," ujarnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help