Oposisi Tuntut Duterte Mundur Akibat Pengakuan Pernah Bunuh Penjahat

Akibat mengaku pernah membunuh sendiri penjahat narkoba, Presiden Filipina Rodrigo Duterte dituntut mundur.

Oposisi Tuntut Duterte Mundur Akibat Pengakuan Pernah Bunuh Penjahat
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Akibat mengaku pernah membunuh sendiri penjahat narkoba, Presiden Filipina Rodrigo Duterte dituntut mundur.

Desakan agar Duterte mundur itu disuarakan politikus oposisinya, Leila de Lima, yang selama ini jadi pengkritik pemerintahan Duterte.

Menurut Leila de Lima, melalui pengakuan Duterte tersebut, terbukti bahwa Duterte pernah melakukan kejahatan berat.

Dengan demikian, Duterte disebutkan harus mundur atau dilengserkan melalui proses permakzulan, sesuai konstitusi yang berlaku di Filipina.

"Perbuatannya itu menjadi bentuk pengkhianatan terhadap publik dan termasuk menjadi tindak kejahatan tingkat berat," kata Leila de Lima.

"Karena pembunuhan massal seperti itu adalah kejahatan tingkat besar yang dapat menjadi dasar permakzulan di bawah konstitusi," tambahnya.

Tak hanya Leila de Lima, politikus lainnya seperti Richard Gordon dari Dewan Senat juga menyuarakan hal yang sama.

"Saat dia mengaku seperti itu, apa yang legal dari kejahatan yang diperbuatnya itu? Duterte harus dimakzulkan," kata Richard Gordon.

Duterte bercerita dirinya pernah melakukan sendiri kebijakan eksekusi tembak mati seperti yang diberlakukannya sekarang.

Ketika itu, Duterte masih menjabat sebagai Wali Kota Davao, kota di mana ia juga memberlakukan kebijakan yang sama untuk penjahat narkoba.

"Di Davao, saya biasa melakukan (tembak mati) itu sendiri," cerita Duterte, dalam pidatonya soal memberantas narkoba, Senin (12/12/2016).

"Biasanya saya berpatroli di jalanan Davao. Saya mencari kesempatan untuk membunuh para penjahat narkoba itu," lanjutnya.

Menurut Duterte, ketika itu ia hanya mencontohkan pada polisi-polisi yang diperintahkannya bagaimana cara "menghabisi" penjahat narkoba.

"Saya hanya ingin menunjukkan pada mereka, bahwa jika saya bisa melakukannya, mengapa mereka tidak," ucap Duterte lagi. (RT News/The Guardian)

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help