Tidak Harmonis dengan Amerika, Filipina Pilih Gelar Latihan Militer Bersama Rusia

Rusia bersedia membantu melatih Filipina untuk memerangi perompakan dan terorisme dan berharap menjalin hubungan keamanan yang lebih kuat di kawasan.

Tidak Harmonis dengan Amerika, Filipina Pilih Gelar Latihan Militer Bersama Rusia
Dispen Armatim
Ilustrasi kapal perang 

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Rusia ingin melakukan latihan gabungan bersama Filipina untuk membantu memerangi terorisme dan perompakan dengan mengirim dua kapal perang ke Manila.

Pengiriman dua kapal perang itu sebagai kontak pertama antara angkatan laut kedua negara.

Sementara Presiden Filipina Rodrigo Duterte menggeser persahabatannya dari Amerika Serikat (AS) ke Rusia.

Menurut Laksamana Muda Eduard Mikhailov, komandan Flotilla Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia, kapal anti-kapal selam Laksamana Tributs, dan kapal bahan bakar Boris Butoma, telah Selasa (3/1/2016) malam dalam kunjungan persahabatan empat hari.

Awak kedua kapal AL Rusia itu dijadwalkan memeragakan kemampuan anti-terorisme dan melakukan perundingan.

Dalam jumpa pers, Mikhailov mengatakan pemerintah Rusia dan Filipina akan membahas kemungkinan latihan gabungan.

Ia juga menambahkan, Rusia telah melakukan latihan gabungan dengan Angkatan Laut Indonesia.

Masalah terbesar di dunia sekarang ini, kata Mikhailov, adalah terorisme dan perompakan dan dalam semua latihan gabungan yang dilakukan dengan AL Rusia kedua pihak akan saling memeragakan apa yang dapat mereka lakukan dalam memerangi terorisme dan perompakan.

Juru bicara AL Filipina mengatakan kepada wartawan bahwa ini adalah interaksi pertama dengan AL Rusia, musuh bebuyutan bekas penjajah, yang sekarang menjadi sekutu terdekat Filipina di kawasan, yakni AS.

AS dan Filipina melakukan latihan gabungan tahanan secara rutin namun Duterte telah memerintahkan kepada Kementerian Pertahanan agar mengubah format latihan dengan AL Amerika, dan memindahkan lokasinya dari Laut Cina Selatan dalam upaya memperbaiki hubungan dengan China.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help