Duterte Ancam Bunuh Wali Kota Terlibat Peredaran Narkoba

"Saya akan meminta mereka memeriksa nama mereka di dalam daftar itu. Jika ada nama mereka maka mereka akan dalam masalah. Saya akan membunuh mereka,"

Duterte Ancam Bunuh Wali Kota Terlibat Peredaran Narkoba
CNN
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Senin (9/1/2017), berjanji akan membunuh para pejabat lokal yang terlibat perdagangan narkotika.

Seperti dikabarkan CNN Philippines, Duterte mengatakan, dia memiliki apa yang disebutnya sebagai "narco-list".

Daftar itu berisi 5.000-10.000 nama para wali kota, gubernur, perwira polisi, dan pejabat publik lainnya yang diyakini terlibat perdagangan narkotika.

"Saya akan panggil para wali kota dan kami akan berbicara secara tertutup," ujar Duterte.

"Saya akan meminta mereka memeriksa nama mereka di dalam daftar itu. Jika ada nama mereka maka mereka akan dalam masalah. Saya akan membunuh mereka," tambah Duterte.

Satu orang di dalam daftar milik Duterte itu sudah tewas dalam baku tembak dengan kepolisian.

Dia adalah Samsudin Dimaukom, pemimpin sebuah kota kecil di provinsi Maguindanao yang tewas pada Oktober tahun lalu.

Pada November lalu, Duterte mengatakan, dia akan mengirimkan daftar tersebut kepada mahkamah agung, senat, dan parlemen untuk mendapatkan dukungan.

Namun, menurut CNN, tiga orang yang namanya dipublikasikan Duterte berada di dalam daftar itu membantah tuduhan sang presiden.

Ketiga orang itu adalah mantan wali kota Iligan City Lawrence Cruz, mantan anggota parlemen dari Iligan City Vicente Belmonte, dan mantan wali kota Lugait Wellie Lim.

Selain membantah tuduhan Duterte, ketiga politisi itu juga mempertanyakan akurasi daftar tersebut dan meminta waktu untuk bertemu Duterte.

Sebelumnya, Duterte sudah meminta maaf kepada tiga pejabat yang menurut dia nama mereka tanpa sengaja masuk ke dalam daftar itu.

Mahkamah Agung juga telah membersihkan nama tiga hakim yang tercantum dalam daftar tersebut setelah melakukan penyelidikan sendiri.

Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help